HOME » BERITA » CEGAH KONVOI MALAM TAHUN BARU, POLISI DATANGI BENGKEL RAZIA KNALPOT RACING

Cegah Konvoi Malam Tahun Baru, Polisi Datangi Bengkel Razia Knalpot Racing

Polisi melakukan tindakan persuasif untuk mencegah konvoi kendaraan menggunakan knalpot racing saat malam tahun baru dengan cara mendatangi bengkel penjual aksesori kendaraan bermotor di Kupang, NTT.

Rabu, 30 Desember 2020 22:30 Editor : Dini Arining Tyas
Cegah Konvoi Malam Tahun Baru, Polisi Datangi Bengkel Razia Knalpot Racing
Razia knalpot di Kupang (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Jika selama ini razia knalpot racing hanya dilakukan di jalanan dan menilang para pengendara sepeda motor, polisi kali ini juga mendatangi bengkel yag menjual peralatan kendaraan bermotor. Pendekatan persuasif dan sosialisasi ini dilakukan oleh Polres Kupang Kota dengan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Kupang.

Kasatlantas Polres Kupang Kota, AKP Andri Aryansyah menyosialisasikan dampakd an bahaya penggunaan knalpot racing, terutama menjelang pergantian tahun dilakukan. Dia juga mengingatkan kepada pemilik bengkel bahwa knalpot racing sering disalahgunakan oleh pembeli.

"Sepeda motor yang memakai knalpot racing tidak diizinkan beraktivitas di jalan raya. Selain menganggu keamanan dan pengguna jalan yang lain, juga berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas," ujar Andri, Rabu (30/12/2020).

1 dari 3 Halaman

Bengkel dunia motor, anugrah Kuanino, bengkel Namosain dan Anugrah 3 Oetete. Selanjutnya delta motor Oesapa Barat, cemerlang motor Lasiana serta Heince motor di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kota Kupang didatangi Satlanatas dan IMI Kota Kupang.

"Mohon bantuannya, jangan layani pembelian knalpot racing. Jika kami tangkap warga yang menggunakan knalpot racing dan mengaku membeli knalpot racing dari bengkel mana, maka pemilik bengkel bisa kami proses," imbau Andri kepada para pemilik bengkel.

Pemilik Delta motor, Jery Un Banunaek mengaku menjual knalpot racing karena banyak pembeli. Namun adanya imbauan polisi, dirinya berjanji tidak akan menjual menjelang akhir tahun karena dikuatirkan akan disalahgunakan.

2 dari 3 Halaman

Hal yang sama disampaikan Herman Babys, pemilik bengkel Cemerlang motor Oesapa. Ia mengaku hanya melayani perbaikan kendaraan dan menjual perlengkapan kendaraan serta tidak menjual knalpot racing.

Demikian pula Heince Famdale, pemilik bengkel Heince motor. Ia siap mendukung kebijakan polisi untuk tidak menjual knalpot racing. "Kita akui kalau knalpot mengganggu kenyamanan dan lingkungan," katanya.

Apresiasi dan dukungan pada kebijakan Kasat Lantas ini datang dari warga. Nelson Ndolu, ketua Karang Taruna Kelurahan Lasiana mengakui kalau penggunaan knalpot racing mencelakakan dan menganggu keamanan dan kenyamanan.

"Sangat bising dan menganggu. Bukan saja pengguna jalan yang lain yang terganggu tetapi warga pun tidak nyaman dengan suara bising knalpot racing," ujarnya.

3 dari 3 Halaman

Dia mendukung penggunaan knalpot racing pada tempatnya yakni arena road race atau lokasi balapan. Nelson mengeluhkan suara bising sepeda motor knalpot racing yang selalu melintas di Jalan Timor raya maupun di lingkungan mereka, apalagi pada malam hari.

"Justru kebijakan Kasat Lantas ini kami dukung demi kenyamanan lingkungan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kami siap kerjasama dengan polisi untuk menertibkan sepeda motor knalpot racing," tegasnya.

Saat mendatangi sejumlah bengkel di Kota Kupang, Kasat Lantas dan anggota menemukan beberapa unit sepeda motor yang menggunakan knalpot racing maupun sedang memasang knalpot racing.

Kasat Lantas dan anggota langsung mencopot knalpot racing tersebut dan disita kemudian dibawa ke kantor Sat Lantas Polres Kupang Kota. Dia mengimbau pemilik sepeda motor berknalpot racing bisa mengambil knalpot di kantor Sat Lantas. Pemilik knalpot racing hanya bisa pasrah saat polisi mencopot dan menyita knalpot racing mereka.

"Boleh ke kantor Lantas untuk ambil knalpotnya. Tapi dengan syarat sepeda motornya harus dipasang knalpot standar," tandas Andri.

Penulis: Ananias Petrus

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR