HOME » BERITA » CEGAH MOTOR MOGOK SAAT MUSIM HUJAN, BEGINI CARA MEMPERLAKUKAN BUSI

Cegah Motor Mogok Saat Musim Hujan, Begini Cara Memperlakukan Busi

Selain ancaman jalan berlubang, pengendara sepeda motor juga kerap dihadapkan pada persoalan lain, yakni kemungkinan besar motor mogok akibat busi atau saringan udara motor yang kemasukan air. Efek terburuk dari motor mogok tersebut adalah mesin motor cepat rusak.

Selasa, 05 Maret 2019 21:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi motor melewati banjir (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Saat ini curah hujan masih tinggi di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan di kawasan Jabodetabek hampir setiap hari diguyur hujan, mulai dari intensitas ringan hingan lebat. Kondisi cuaca yang seperti ini membuat masyarakat tetap waspada, termasuk para pengendara.

Bagi Anda pengendara sepeda motor roda dua harus lebih hati-hati karena biasanya banjir ini akan menyebabkan jalanan yang rusak dan membuat lubang dimana-mana sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

Celakanya terkadang jalan rusak dan berlubang kerap kali tidak tempat di depan mata akibat tertutup genangan air.

Selain ancaman jalan berlubang, pengendara sepeda motor juga kerap dihadapkan pada persoalan lain, yakni kemungkinan besar motor mogok akibat busi atau saringan udara motor yang kemasukan air. Efek terburuk dari motor mogok tersebut adalah mesin motor cepat rusak.

Dalam situasi demikian, pengendara motor perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Saat melewati lokasi banjir, perhatikan ketinggian air jangan sampai melewati busi pada motor, karena air yang masuk dapat menyebabkan pengapian dalam mesin tidak berjalan baik.

2. Jika terpaksa harus menerobos banjir, lebih baik matikan mesin sepeda motor Anda, karena apabila air tersebut masuk saat suhu ruang bakar tinggi akan menyebabkan piston motor Anda pecah.

3. Masukkanlah selang tebal ke knalpot dengan menghadap ke atas apabila masih tetap ingin memaksakan mesin motor tetap hidup, setidaknya itu dapat mengurangi air masuk ke mesin.

4. Saat musim hujan, berikan perhatian untuk busi. Lapisilah komponen busi dengan gemuk. Setidaknya pelindung itu dapat meminimalisasi air masuk ke area pengapian.

5. Apabila busi sudah terlanjur kemasukan air semprotlah dengan pelumas atau cairan khusus ke kepala busi agar airnya bisa cepat kering. Jika bingung mencari cairan pengering, Rexco 50 bisa dicoba.

"Busi yang kemasukan air menyebabkan menutupnya saluran udara yang ada di busi, sehingga diperlukan peran cairan khusus untuk dapat mengeringkan air yang ada di dalam busi tersebut," kata Tomy Tambrani, Marketing Manager Rexco.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR