HOME » BERITA » CEGAH VIRUS CORONA MASUK, PERLUKAH INTERIOR MOBIL DIFOGGING?

Cegah Virus Corona Masuk, Perlukah Interior Mobil Difogging?

Salah satu tindakan preventif mencegah penyebaran bakteri hingga virus masuk ke dalam mobil adalah dengan pembersihan model fogging.

Senin, 23 Maret 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Cegah Virus Corona Masuk, Perlukah Interior Mobil Difogging?
Proses model pembersihan interior dengan fogging (Istimewa)

OTOSIA.COM - Bagian interior mobil dapat menjadi sarang penyakit jika jarang atau malas dibersihkan. Kuman, bakteri, hingga virus akan mudah hinggap di tempat-tempat yang kotor dan lembab. Beragam cara dapat dilakukan agar kebersihan kabin mobil dapat terjaga.

Nah, saat ini sedang ramai-ramai meningkatkan kewaspadaan virus corona. COVID-19 dapat menyebar dan hidup di mana saja, bahkan hingga ke dalam mobil. Salah satu tindakan preventif untuk mencegah penyebaran bakteri hingga virus adalah dengan melakukan penyemprotan atau fogging.

1 dari 3 Halaman

Sistem perawatan dengan cara fogging ditawarkan Vertue Concept, lewat produknya bernama Vertue Clean. 

Sistem perawatan anti bakteri Vertue Clean diklaim dapat mengurangi aktivitas bakteri dan jamur, menghilangkan penumpukan koloni bakteri, mengurangi bau tidak sedap di dalam mobil, serta mampu mengurangi penyebaran virus influenza seperti HFMD, H1N1, dan SARS.

Lantas bagaimana model penyemprotannya? Menurut Edy Vertue dari Vertue Concept, cara kerjanya, mesin Fogging BT-828 Ultrafine Mist bekerja selama 15 menit dengan menghasilkan asap yang akan menyebar ke seluruh kabin mobil melalui sistem pendingin udara (AC).

 

2 dari 3 Halaman

"Asap yang berasal dari cairan Ultra Mist Liquid by Bactakleen (waterbased) telah lulus uji FDA Approved. Kandungan anti bacterial dan antiviral yang terkandung di dalamnya efektif membunuh virus dan kuman serta aman bagi siapa pun terutama anak kecil," jelasnya.

FDA Approved atau Food and Drug Administration merupakan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang bertugas mengatur makanan, suplemen makanan, obat-obatan produk biofarmasi, transfusi darah, peranti medis, peranti untuk terapi dengan radiasi, produk kedokteran hewan, dan kosmetik di Amerika Serikat.

Menurut Edy, cairan fogging ini juga telah di tes dan lulus uji melalui Chemistry Laboratorium (CHEMLAB), Institut Penelitian Industri dan Standar Malaysia (SIRIM), Asosiasi Inspeksi Teknis asal Jerman (TUV), serta perusahaan multinasional asal Swiss yang menyediakan layanan pengujian dan sertifikasi (SGS).

3 dari 3 Halaman

Seperti diketahui, berdasarkan survei Boston Consulting Group, pengemudi mobil di Jakarta menghabiskan waktu rata-rata lebih dari 31.680 menit atau sekitar 22 hari setiap tahun di dalam kendaraan mereka.

Perolehan tersebut membuat warga Jakarta menjadi orang paling lama yang berada di jalan jika dibandingkan kota besar di Asia lainnya.

"Tentu saja kenyamanan berkendara wajib didukung dengan kondisi mobil yang bersih, baik dari segi eksterior maupun interiornya," pungkasnya.

Mau coba?

 

BERI KOMENTAR