HOME » BERITA » CEK FAKTA: FOTO STRUK BAYAR TOL RP17.500 DAN TILANG RP71.500, TIDAK BENAR

Cek Fakta: Foto Struk Bayar Tol Rp17.500 dan Tilang Rp71.500, Tidak Benar

Foto struk pembayaran jalan tol Jombang-Mojokerto menunjukkan keterangan pembayaran tarif tol dan nominal tilang yang harus dibayarkan beredar. Foto itu dipastikan adalah hoaks.

Rabu, 28 Oktober 2020 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Cek Fakta: Foto Struk Bayar Tol Rp17.500 dan Tilang Rp71.500, Tidak Benar
Gerbang Tol Madiun (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Sebuah foto struk pembayaran tol Jombang-Mojokerto beredar di aplikasi WhatsApp. Foto struk tersebut menunjukkan tarif tol Rp17.500 pada 21 Juli 2020. Kemudian tertulis "Kecepatan rata-rata Anda>100km/jam" dan balance Rp71.500.

Pengunggah foto memberikan keterangan foto sebagai berikut:

"tarif Tol 17.500 plus BAYAR Tilang 71.500 (Bayar diExit Toll)"

1 dari 2 Halaman

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, unggahan foto struk bayar tol tersebut adalah tidak benar. Dalam artikel Kompas.com berjudul "[HOAKS] Bayar Tol Rp 17.500 Kena Tilang Rp 71.500 di Exit Toll Jombang" pada 27 Juli 2020, dijelaskan bahwa itu bukan biaya denda yang ditagihkan.

Head of Corporate Communication Astra Infra Danik Irawati memastikan bahwa kabar yang beredar dan tengah viral di media sosial dan grup percakapan mengenai tarif tol dan biaya tilang di pintu keluar (exit toll) Tol Jombang-Mojokerto, Jawa Timur, hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Klarifikasi tersebut disampaikan Dani kepada awak media pada Senin (27/7/2020).

Menurut Danik, informasi hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut viral sejak tanggal 21 Juli 2020 dan masih berlangsung hingga saat ini.

"Kami ingin mengklarifikasi bahwa berita tersebut adalah hoaks. Tertulis tarif Rp 17.500, dengan biaya tilang Rp 71.500 yang dikenakan akibat pengemudi melebihi kecepatan rata-rata," jelas Danik.

Kondisi yang benar adalah bahwa pengguna jalan tol telah mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam.

"Dan tulisan mengenai kecepatan rata-rata pada struk tol tersebut bersifat informasi bahwa kendaraan tersebut telah melebihi batas kecepatan rata-rata," jelas Danik.

Dia menegaskan, pihak pengelola Tol Jombang-Mojokerto juga tidak melakukan penilangan.

Adapun tulisan balance yang tercantum adalah sisa saldo kartu tol elektronik (e-toll) milik pengguna jalan senilai Rp 71.500.

"Jadi, itu bukan biaya tilang," imbuh dia.

2 dari 2 Halaman

Kesimpulan

Informasi tarif tol Rp17.500 ditambah biaya tilang Rp71.500 adalah hoaks. Biaya tarif tol tetap Rp17.5000, sedangkan Rp71.500 dalam foto struk tersebut adalah sisa saldonya.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penulis: Fellyanda Suci Agiesta

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR