HOME » BERITA » CEK FAKTA: PSBB JAKARTA DAN BANDUNG DITIADAKAN?

CEK FAKTA: PSBB Jakarta dan Bandung Ditiadakan?

Beredar video yang diklaim bahwa PSBB Jakarta dan Bandung usai. Begini hasil penelusurannya.

Rabu, 27 Mei 2020 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
CEK FAKTA: PSBB Jakarta dan Bandung Ditiadakan?
Ilustrasi kemacetan (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Video yang beredar melalui pesan WhatsApp belakangan ini menunjukkan situasi lalu lintas yang padat. Kepadatan lalu lintas dalam video berdurasi 31 detik itu diklaim bahwa PSBB antar wilayah di Tol Jakarta ke arah Bandung tak diterapkan lagi.

Liputan6.com

Liputan6

Beriku narasi dalam video tersebut:

"Bandung-Jakarta-Bandung sudah tidak ada lockdown

lihat semua macet, macet mau lockdown-lockdown apalagi?

sudah nggak perlu ngumpet-ngumpet lagi dari rumah

tukang masker pun yang nyimpen masker pun udah rugi sekarang, udah nggak ada yang pakai masker.

Tuh lihat tuh macet semua yang mau mudik juga macet."

1 dari 4 Halaman

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, video yang mengklaim PSBB di Jakarta dan Bandung ditiadakan tersebut adalah tidak benar. Dalam artikel Liputan6 berjudul "Jubir Corona: Pemerintah Tak Lakukan Relaksasi Kegiatan PSBB" pada 15 Mei 2020, ditegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan relaksasi PSBB.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan, hingga saat ini pemerintah tak melakukan relaksasi dalam kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Pemerintah sampai dengan saat ini tidak melakukan relaksasi sedikitpun terkait dengan kegiatan-kegiatan PSBB," kata Yurianto melalui keterangan pers pada Kamis (14/5/2020).

2 dari 4 Halaman

Kemudian dalam artikel merdeka.com berjudul "PSBB Jakarta Diperpanjang Lagi Hingga 4 Juni" pada 19 Mei 2020, dijelaskan bahwa PSBB di DKI Jakarta masih diperpanjang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan untuk memperpanjang kembali masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari, terhitung sejak 22 Mei hingga 4 Juni. Perpanjangan ini diharapkan menjadi PSBB terakhir di ibu kota.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan alasannya memperpanjang PSBB berdasarkan data dari hasil epidemiologis yang menyatakan kurva penularan Covid-19 pada bulan Mei, tepatnya pada 17 Mei, berada di angka 1,1. Angka tersebut artinya 1 orang menularkan virus Corona kepada 1 orang. Kurva tersebut melandai turun jika dibandingkan dengan bulan Maret dan April.

3 dari 4 Halaman

Anies menuturkan faktor kurva melandai turun dan bahkan stagnan karena persentase masyarakat tetap berada di rumah sekitar 60 persen. Untuk itu, ia bersama gugus tugas Covid-19 DKI memutuskan bersama untuk memperpanjang masa PSBB yang ketiga ini.

"Dengan mempertimbangkan itu semua, maka Pemprov DKI menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Jakarta akan menambah PSBB selama 14 hari terhitung sejak 22 Mei-4 Juni," kata Anies di Balai Kota, Selasa (19/4).

Dan dalam artikel merdeka.com berjudul "Ridwan Kamil Perpanjang PSBB Tingkat Provinsi Jabar Hingga 29 Mei 2020" pada 20 Mei 2020, dijelaskan bahwa sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat masih dalam masa PSBB hingga 29 Mei 2020.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi di Jabar diperpanjang secara proporsional sampai Jumat (29/5). Artinya, setiap daerah mendapat diskresi untuk menentukan persentase maksimal pergerakan masyarakat selama PSBB berlangsung.

"Kami juga mendapati kerawanan euforia dari Idul Fitri, maka kami sepakat Gugus Tugas untuk melanjutkan PSBB provinsi sampai tanggal 29 Mei 2020," kata Emil sapaan Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5).

4 dari 4 Halaman

Kesimpulan

Video yang mengklaim PSBB di Jakarta dan Bandung ditiadakan adalah tidak benar. Sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan Jawa Barat masih menjalani masa PSBB sampai batas waktu yang ditentukan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BERI KOMENTAR