HOME » BERITA » CELOTEH PARA BOCAH JUARA BALAP MOTOR HDC

Celoteh Para Bocah Juara Balap Motor HDC

Bocah-bocah rider lintasan balap motor Honda Dream Cup menjadi fenomena baru di ajang ini. Pasalnya Mitra Pinathika Mulia (MPM) selaku distributor sepeda motor Honda Jawa Timur dan NTT bersama PT Astra Honda Motor (AHM) membuka kelas baru U-12.

Senin, 17 September 2018 16:45 Editor : Ahmad Muzaki
Foto by Nazarudin Ray

OTOSIA.COM - Bocah-bocah rider lintasan balap motor Honda Dream Cup menjadi fenomena baru di ajang ini. Pasalnya Mitra Pinathika Mulia (MPM) selaku distributor sepeda motor Honda Jawa Timur dan NTT bersama PT Astra Honda Motor (AHM) membuka kelas baru U-12.

Dengan batasan usia ini, tiga anak dari total 19 peserta menjadi juara I, II, III, pada putaran HDC bulan September ini di Bung Tomo International Circuit Surabaya, 15-16 September 2018.

Masing-masing dari Yogyakarta, Tasikmalaya, dan Ciamis. Secara berurutan, para juara cilik ini adalah Veda Ega Pratama asal Yogyakarta (HND Simple Concept Ole Creampie FDR KYT SSS UMA MB), Chessy Meilandri dari Tasikmalaya (Honda Auto 529 Zaffarani Ristan 86 FIM KYT SSS), dan Decksa Almer Alfarezel dari Ciamis (Honda WH 19 Racing School TRI Bintang FDR PAB CLD).

Sang juara datang dari Yogyakarta, sementara dua nama berikutnya dari Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat.

"Senang bisa juara? Iya. Tadi start dari posisi pertama? Iya. Enggak, enggak sempat kebalap? Iya, konsentrasi terus," jawab Teja pendek-pendek, jawaban yang sangat khas anak-anak.

Lain lagi dengan Chessy. Untuk merebut podium kedua, bocah yang mulai kenal sepeda motor karena dibelikan tunggangan bermesin potong rumput ini mesti melewati beberapa peserta dulu.

"Start dari posisi ke-6. (Lawannya cukup banyak ya?) iya. Enggak kepikiran jadi juara sebenarnya," ujar rider yang berusia 9 tahun ini.

Masing-masing memang sudah punya pengalaman. Veda sendiri sebagai juara pertama sudah ikut beberapa balapan dan dari sekian pengalaman itu dia juga pernah menjadi juara.

"Pernah menang juga, yang balapan resmi sudah enam atau enggak tujuh. Sebelum HDC ini juga juara, Hehehe," ujarnya.

Begitu juga dengan Decksa. Rider Ciamis berusia 10 tahun peraih juara III ini sebelumnya meraih posisi yang sama pada putaran awal HDC.

"Kepikiran kapan aku bisa podium lagi. Dulu pernah, seperti kemarin di HDC seri I di Cimahi, berhasil naik podium III juga," kata dia.

Saat anak-anak seumurnya masih main mobil-mobilan, masing-masing dari mereka malah sudah memanfaatkan waktunya untuk menimba pengalaman sebagai rider pro.

Dorongan dari orang tua pun menjadi salah satu energi dibalik keteguhan mereka untuk berlatih. Begitu juga Veda yang memang dari keluarga pembalap.

"Ingin seperti ayah. Ayah pembalap juga," celotehnya seraya mengaku selama tiga minggu persiapan, dia banyak fitness dan main sepeda, lalu berlatih di Sirkuit Maguo ataupun Mandala.

Lalu saat ditanya soal rider lokal idola, masing-masing punya heronya sendiri. Chessy menyebut rider muda Gerry Salim, sementara Decksa menyebut sang ayah Wawan Hermawan.

Namun saat ditanya soal jagoan internasional masing-masing, mereka kompak menjawab "Marc Marquez".

"Idolaku Marquez soalnya dia pakai motor Honda. Aku cita-citanya juga mau jadi pemain (pembalap) MotoGP," kata Chessy.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR