HOME » BERITA » CERITA DRIVER OJOL ANTAR NAPI YANG BARU DIBEBASKAN TANPA DIBAYAR, TEMPUH JARAK 40 KM

Cerita Driver Ojol Antar Napi yang Baru Dibebaskan Tanpa Dibayar, Tempuh Jarak 40 Km

Seorang driver ojol di Bali mengantar penumpangnya ke tujuan sejauh 40 kilometer dan tak mendapatkan bayaran lantaran penumpang tak memiliki uang.

Selasa, 26 Mei 2020 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Cerita Driver Ojol Antar Napi yang Baru Dibebaskan Tanpa Dibayar, Tempuh Jarak 40 Km
Cerita driver ojol (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Masih ada banyak orang baik di dunia ini. Salah satunya driver ojok online di Denpasar, Bali asal Surabaya, Jawa Timur.

Dilansir dari Merdeka.com, deriver ojol bernama Iwan Sugito Pranoto (34) itu mengantar seorang penumpang ke Kabupaten Bangli, Senin (25/5/2020). Jarak yang dia tempuh mengantar penumpang yang diketahui merupakan narapidana yang baru bebas itu sejauh 40 kilometer.

Iwan menceritakan bahwa bertemu dengan penumpang itu di depan Lapangan Lumintang, Denpasar, Senin (25/5/2020) pukul 14.00 WITA. Lantaran belum mendapatkan orderan, Iwan pun menerima permintaan penumpang itu untuk mengantarnya ke Bangli.

1 dari 2 Halaman

Iwan Sugito Pranoto

Di tengah perjalanan, Iwan merasakan firasatnya mengatakan ada yang tidak beres. Iwan awalnya curiga bahwa penumpangnya adalah pasien RS Bangli. Pasalnya si penumpang terlihat seperti orang linglung dan duduknya terlihat tidak tenang.

"Saya sempat curiga pasien rumah sakit Bangli," ungkap Iwan.

Firasat tak enaknya muncul kembali saat penumpang itu tiba-tiba mengambil minumannya dan langsung menghabiskan saat Iwan berhenti. "Bapak saya haus, saya minta ya. Diminum sampai habis lalu dibuang," cerita Iwan.

2 dari 2 Halaman

Iwan pun melanjutkan perjalanan dengan tujuan pasar Bangli. Setelah sampai, penumpang turun lalu melepas helm dan disusul dengan permintaan maaf.

Penumpang itu rupanya tak memiliki sepeser uang untuk membayar Iwan. Jika sesuai dengan aplikasi, ongkos yang harus dibayar sebesar Rp 250 ribu. Tapi Iwan mengaku ikhlas melakukan hal itu.

"Saya ikhlas dan tidak apa-apa, sudah firasat," bebernya.

Terlebih saat penumpang mengatakan bahwa dirinya belum tnetu diterima lagi oleh keluarganya. "Saya tidak bisa bayar bapak. Baru lepas dari tahanan. Belum tentu keluarga menerima," kata Iwan menirukan ucapan penumpangnya.

BERI KOMENTAR