HOME » BERITA » CERITA EMOSIONAL DI BALIK KOLEKSI VW KLASIK PUTRA KETIGA BENYAMIN SUEB

Cerita Emosional di Balik Koleksi VW Klasik Putra Ketiga Benyamin Sueb

Selain sisi klasiknya, putra ketiga Benyamin Sueb punya alasan emosional mengoleksi VW jadul

Kamis, 26 November 2020 21:15 Editor : Ahmad Muzaki
Cerita Emosional di Balik Koleksi VW Klasik Putra Ketiga Benyamin Sueb
Koleksi VW jadul Biem Benyamin. ©2020 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Di satu sudut Graha Etnikom di Jagakarsa, Jakarta Selatan terpakir manis Volkswagen (VW) Combi lansiran 1977 dengan warna coklat susu.

Rupanya VW Combi 1977 klasik itu milik Biem Triani Benyamin (56), putra ketiga seniman legendaris Betawi Benyamin Sueb.

Koleksi VW langka pria yang kerap disapa Bang Biem itu tak hanya model Combi 1977. Dari sekian koleksi mobil rakyat asal Jerman ini, ada empat model VW langka yang mengisi garasi rumahnya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, seperti VW Beetle 1959, 1966, dan 1974, serta VW Safari 1976.

1 dari 3 Halaman

Biem sudah lama terpikat dengan pesona mobil VW jadul ketimbang muscle car, meski kuliah di Amerika Serikat.

Kata dia, di Amerika banyak juga penggemar VW klasik ini.

"Bagi saya mobil VW itu long lasting, sepanjang masa. Mobil VW masih eksis sampai sekarang dengan bentuk mobil lama, tapi masih bisa dipakai buat harian," kata Bang Biem yang dijumpai di Pelataran Graha Etnikom, kemarin sore.

2 dari 3 Halaman

Kenangan untuk Babe

Selain sisi klasiknya, Bang Biem punya alasan emosional mengoleksi VW jadul. Rupanya Koleksi-koleksi tersebut untuk mengenang masa kecilnya bersama babe Benyamin Sueb.

Ia mengaku jika awal mengoleksi mobil-mobil tersebut karena ingin mengenang masa di mana masih ada ayahanda.

"Saat usia saya SD dan SMP, almarhum babe punya VW Beetle atau VW Kodok dan combi. Jadi ini emang buat mengenang masa-masa itu," ujar Bang Biem dengan bersemangat.

3 dari 3 Halaman

Pemilik Etnikom Network

Selain dikenal sebagai pengusaha, pemilik Etnikom Network --jaringan 14 stasiun radio di Jawa dan Sumatera, Bang Biem juga dikenal sebagai politisi.

Jejaknya di dunia politik dimulai ketika maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen bersama ekonom Faisal Basri pada 2012. Kemudian dia masuk Partai Gerindra dan berhasil menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.

Ayah lima anak ini juga aktif di organisasi kemasyarakatan, antara lain anggota Dewan Penasihat Majelis Adat Bamus Betawi, Ketua PAMMI DKI Jakata, dan Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (2002-2007), sebagainya.

Penulis: Syakur Usman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR