HOME » BERITA » CERITA IBU JEMPUT ANAK SAAT LOCKDOWN, PAKAI MOTOR RODA TIGA HINGGA TIDUR DI TROTOAR

Cerita Ibu Jemput Anak Saat Lockdown, Pakai Motor Roda Tiga hingga Tidur di Trotoar

Ada seorang ibu yang miliki keterbatasan fisik di Pune nekat berkendara pakai motor roda tiga sejauh 1.400 km. Dirinya berniat untuk membawa putranya kembali ke rumah saat terjebak lockdown.

Sabtu, 09 Mei 2020 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Cerita Ibu Jemput Anak Saat Lockdown, Pakai Motor Roda Tiga hingga Tidur di Trotoar
Jemput anak saat lockdown (cartoq.com)

OTOSIA.COM - Diketahui saat ini India tengah berlakukan aturan lockdown di negaranya untuk cegah penyebaran Corona (COVID-19) meluas. Bahkan kini kebijakan tersebut diperpanjang hingga 17 Mei 2020 mendatang. Akibatnya masyarakat di sana tak bisa beraktivitas normal di luar rumah. Jika ada yang membandel jelas kepolisian akan menindak tegas.

Namun kebijakan lockdown ini juga kisahkan cerita menarik. Dilansir dari Cartoq, ada seorang ibu yang miliki keterbatasan fisik di Pune nekat berkendara pakai motor roda tiga sejauh 1.400 km. Dirinya berniat untuk membawa putranya kembali ke rumah saat terjebak lockdown.

1 dari 3 Halaman

Kenekatan wanita bernama Sanu Khandare ini karena perpanjangan kebijakan lockdown di India dan dirinya khawatir anaknya tak terawat di rumah kerabatnya di distrik Amravati.

Lalu mengapa dengan skuter bukannya sebuah mobil? Mengendarai Honda Activa yang telah dimodifikasi ia putuskan karena ongkos sewa mobil mencapai RS8.000 atau sekitar Rp1,6 juta (Kurs RS1=Rp197).

Tentunya Sanu bukan tanpa persiapan, ia sudah siapkan makanan dan air di motor yang ditunggangi sebagai persediaan selama perjalanan.

Tak sampai di situ saja, selama di perjalanan ia sudah lalui banyak hambatan. Setiap berhenti di pos pemeriksaan, Sanu selalu diinterogasi.

2 dari 3 Halaman

Bahkan ibu yang berprofesi sebagai akuntan ini juga sempat kehabisan bahan bakar dan kebocoran ban di jalan. Karena perjalanan cukup lama, ia juga sempat tidur di trotoar di sekitar pompa bensin. Tempat tersebut dipilih karena ada kamera CCTV, paling tidak ia akan cukup aman beristirahat di sana.

Perlu diketahui, Sanu hanya mendapatkan waktu selama 3 hari untuk bisa menjemput anaknya di rumah kerabat. Perempuan berumur 37 tahun tersebut berhasil tiba di rumah satu jam sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan tadi.

Kemudian Sanu pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan arahan dari dokter. Ia dan anaknya diminta untuk karantina mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.

3 dari 3 Halaman

 

 

BERI KOMENTAR