HOME » BERITA » CERITA MASA KECIL CUCU SOEKARNO, PUAN MAHARANI NAIK BAJAJ KE SEKOLAH

Cerita Masa Kecil Cucu Soekarno, Puan Maharani Naik Bajaj ke Sekolah

Puan Maharani menceritakan masa kecilnya yang menaiki bajaj saat pergi ke sekolah. Rupanya hal itu juga dia lakukan kepada anak-anaknya.

Sabtu, 11 Juli 2020 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Cerita Masa Kecil Cucu Soekarno, Puan Maharani Naik Bajaj ke Sekolah
Puan Maharani (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Puan Maharani Nakshatra Kusyala dikenal sebagai politikus dengan karir yang mulus. Putri Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri itu kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Meski merupakan seorang cucu dari Proklamator sekaligus Presiden RI pertama, Soekarno, Puan mengaku pernah melakukan hal normal seperti orang-orang pada umumnya. Melalui perbincangannya bersama Deddy Corbuzier yang diunggah ke kanal Youtube Deddy Corbuzier, Puan pun mengungkapkan hal itu.

"Tapi pernah naik bajaj?" tanya Deddy.

"Pernah dong, bahkan saya sering ajak anak2 saya naik bajaj," jawabnya.

1 dari 4 Halaman

Cerita Masa Kecil Cucu Soekarno, Puan Maharani Naik Bajaj ke Sekolah

Menurut Puan pengalaman naik bajaj itu memang pengalaman yang sudah lama. Saat itu anak-anaknya pun masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Udah lama, tapi waktu anak-anak saya masih SD saya ajakin naik bajaj. Dia harus naik bajaj, becak, helicak, angkot," lanjut Puan.

Pengalaman menumpangi transportasi umum itu sengaja dia berikan ke anak-anaknya agar mereka tahu. Pasalnya, anak-anak Puan dia sebut kerap bertanya.

 

2 dari 4 Halaman

Berawal dari ungkapan itu, Puan juga menceritakan kisah lamanya. Puan mengaku di masa-masa sekolahnya dahulu, putri Taufik Kieman itu menaiki bajaj untuk berangkat sekolah. 

"Dulu waktu sebelum seperti ini, kemana-mana ibu saya bahkan nganter sekolah saya naik bajaj. Hidup itu ada pasang surutnya, walaupun cucu Soekarno, anak Soekarno, kita pernah menghadapi hal-hal seperti itu," jelasnya.

3 dari 4 Halaman

Liputan6.com

Menurut Puan, dengan menaiki bajaj tidak bisa disebut bahwa hidup susah. Dia lebih memilih bahwa hal itu adalah hidup normal.

"Bukan sulit, tapi normal. Bahwa susah sekali juga tidak, tapi normal," katanya.

 

4 dari 4 Halaman

Sebagai cucu orang terpandang, dia mengaku memang ada mobil yang dipakai untuk mengantar. Hanya saja, mobil itu dipakai bergantian. Maka ketika mobil tersebut dipakai, dia harus naik kendaraan lain.

"Saya SD naik bajaj, punya mobil tapi terbatas. Punya satu mobil untuk nganterin, tapi saya kan tiga sodara," lanjutnya.

BERI KOMENTAR