HOME » BERITA » CERITA MOBIL GOOGLE STREET VIEW INDONESIA, YANG PENTING KESASAR DULUAN

Cerita Mobil Google Street View Indonesia, Yang Penting Kesasar Duluan

Mobil Google Street View punya cerita unik di mana pun. Mereka bisa jalan-jalan tanpa henti ke mana pun. Tujuannya tentu saja untuk memberikan gambaran tentang suatu wilayah melalui foto-foto. Hasik rekam gambar ini sendiri pun langsung dikirim via semacam perangkat satelit darat.

Senin, 16 Juli 2018 12:45 Editor : Ahmad Muzaki
Foto by Dimas Wahyu

OTOSIA.COM - Mobil Google Street View punya cerita unik di mana pun. Mereka bisa jalan-jalan tanpa henti ke mana pun.

Tujuannya tentu saja untuk memberikan gambaran tentang suatu wilayah melalui foto-foto. Hasik rekam gambar ini sendiri pun langsung dikirim via semacam perangkat satelit darat.

Satu cerita yang unik karena mereka harus membuat peta adalah harus tersasar duluan. Soalnya, artinya mobil ini membantu para pengguna Google untuk melihat wilayah yang belum pernah didatangi.

"Kami istilahnya harus nyasar duluan sebelum orang lain nyasar. Kalau kita masuk satu jalan kita harus tahu ujungnya di mana," kata Jay, salah satu driver mobil Google Street View.

Ia yang bepergian berdua dengan rekannya ini mengaku bahwa jalan buntu merupakan hasil. Dengan begitu, pengguna Google juga jadi tahu.

"Jadi kalaupun sudah jalan jauh, tetapi ujungnya buntu ya mau enggak mau begitu. (Justru jadi informasi baru) iya," ujarnya.

Dua orang yang berlatar belakang pencinta alam ini pun suatu kali pernah tanpa sengaja tembus jalan ke gurun Bromo.

Ceritanya saat itu, mereka baru saja lepas dari wilayah Malang untuk menuju Mojokerto di Jawa Timur.

"Kami mau ke Mojokerto dari Malang. Ini melalui jalan biasa yang Malang-Surabaya itu, kami motong jalan. Kami tidak tahu itu tembusnya di mana, ternyata tembusnya di Padang Pasir Bromo," ujarnya. Lumayan juga, orang-orang akhirnya jadi tahu ada jalan ke sana.

Mobil Google atau yang punya nama lengkap Google Street View Car sendiri mulai diperkenalkan pada tahun 2007 atau kurang lebih 11 tahun yang lalu. Dengan perjalanan tanpa henti dan perwakilan di sejumlah negara termasuk Indonesia, kini tiap orang makin mudah mengenal daerahnya.

(kpl/why/ahm)

BERI KOMENTAR