HOME » BERITA » CERITA PENGEMUDI MOBIL TERJEBAK DI KEBUN TEH SEMALAMAN DI TASIKMALAYA

Cerita Pengemudi Mobil Terjebak di Kebun Teh Semalaman di Tasikmalaya

Bukan sekali dua kali insiden tersesat akibat mengikuti petunjuk Google Maps terjadi. Kali ini menimpa pengemudi dari Jakarta menuju Tasikmalaya yang tersesat hingga terjebak di kebun teh semalaman.

Rabu, 07 Oktober 2020 18:15 Editor : Dini Arining Tyas
Cerita Pengemudi Mobil Terjebak di Kebun Teh Semalaman di Tasikmalaya
Tersesat di kebun teh (Liputan6)

OTOSIA.COM - Keberadaan GPS ataupun Google Maps terbilang sangat membantu orang-orang ketika hendak menuju ke suatu tempat. Terlebih ketika baru pertama kali menuju ke lokasi itu, sehingga ada yang membantu memberikan petunjuk arah.

Hanya saja, tak jarang petunjuk arah yang diberika justru menyesatkan. Seperti yang dialami oleh Mad Jaiz, ketika hendak mengunjungi temannya di Cikuya, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Berkendara dari Jakarta, mereka yang baru pertama kali menuju lokasi itu menggunakan petunjuk dari Google Maps. Mereka diarahkan ke lokasi kebun teh yang berada di perbukitan, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya.

1 dari 3 Halaman

Melansir dari liputan6, awalnya keduanya belum pernah melewati lokasi tersebut dan memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan setelah mereka menggunakan petunjuk dari Google Maps di ponsel mereka.

Saat berada di tengah kawasan kebun teh tersebut, kondisi jalanan berubah menjadi tanah basah dan licin. Sehingga mereka pun terjebak di kubangan tanah sisa hujan.

?Memang awal mulanya memang kan kita belum pernah ke sini, tapi kita ngikutin arah Google Maps nyampe lah ke sini. Kita sampai jam 01.00 WIB malam terjebak di sini hujan deras, kabut tebal kita gak bisa gerak mobil masuk ke lobang tanah,? kata pria asal Tanah Abang tersebut.

2 dari 3 Halaman

Mendapat Bantuan Warga

Keduanya berhasil diselamatkan setelah beberapa warga di sana mulai beraktivitas pada pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WIB mobil yang terjebak pun berhasil ditarik ke jalanan yang lebih aman dengan menggunakan peralatan seadanya seperti pacul dan tali tambang.

"Alhamdulillah ada bapak-bapak warga setempat yang membantu kita. Alhamdulillah jam delapan semua rampung," paparnya.

3 dari 3 Halaman

Malu Bertanya Kepada Warga

Menurut pengakuan keduanya, saat hendak ke Cikuya mereka terus menyusuri arah yang diberikan Google Maps hingga tak bisa melanjutkan perjalanan.

Diduga mereka malu bertanya kepada warga setempat, sebelum akhirnya mereka terjebak di tengah hutan dan kebun teh tersebut.

"Karena jalan kaki jauh juga pas mau cari bantuan, terpaksa kami tidur di dalam mobil sampai pagi," terangnya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR