HOME » BERITA » CERITA PENGUNJUNG RESTORAN YANG MENULARI CORONA (COVID-19) KE 9 ORANG LAIN DI CHINA

Cerita Pengunjung Restoran yang Menulari Corona (COVID-19) ke 9 Orang Lain di China

Ventilasi AC jadi penyebab virus Corona (COVID-19) menyebar

Rabu, 22 April 2020 14:30 Editor : Ahmad Muzaki
Cerita Pengunjung Restoran yang Menulari Corona (COVID-19) ke 9 Orang Lain di China
Ilustrasi restoran. ©2012 Shutterstock/Csaba Vanyi

OTOSIA.COM - Pendingin ruangan di sebuah restoran di Guangzhou, China jadi penyebab penularan virus Corona (COVID-19). Ceita ini bermula dari seorang pengunjung yang telah positif COVID-19 namun belum rasakan gejala dan kemudian menulari 9 orang pengunjung lainnya.

Pada saat itu ada 73 pengunjung yang makan di restoran tersebut di lantai yang sama dari seluruh lima lantai restoran yang ada. Kabar baiknya adalah mereka kemudian tidak sakit. Delapan pegawai restoran yang bekerja di lantai itu juga tidak sakit.

Dilansir dari laman the New York Times, Senin (20/4), para peneliti di China menyebut insiden itu di dalam makalah penelitian yang akan dirilis pada edisi Juli tentang Perkembangan Penyakit Menular, jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Penelitian ini bagaimana pun punya keterbatasan. Para ilmuwan, misalnya, tidak melakukan eksperimen untuk simulasi penularan virus lewat udara.

Tentunya kejadian ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha restoran jika berniat buka kembali usahanya di tengah pandemi corona. Pola gerakan pada ventilasi udara bisa membuat virus terbang dan infeksi para pengunjung, meski telah jaga jarak aman.

1 dari 6 Halaman

Virus melayang di udara

Kebiasaan yang ada ketika orang makan di luar mengunjungi restoran bisa meningkatkan risiko penularan. Makin lama orang berada di restoran yang sudah terkontaminasi, maka lebih banyak partikel virus yang bisa terisap. Makan adalah aktivitas yang tidak bisa dilakukan sambil memakai masker. Percikan yang mengandung virus bisa melayang di udara lewat aktivitas bernapas dan berbicara, bukan hanya lewat batuk atau bersin.

Seperti yang disarankan CDC saat ini, "hindari kerumunan besar atau kecil di sejumlah tempat dan ruang publik, seperti rumah teman, taman, restoran, toko, atau tempat lain."

2 dari 6 Halaman

Pada kenyataannya semua orang yang kemudian sakit di restoran China itu duduknya di satu meja atau berjarak satu-dua meja dari orang yang sudah positif itu. Fakta bahwa orang yang berjarak lebih jauh masih tetap aman sehat adalah petunjuk melegakan mengenai virus corona yang penularannya terutama terjadi lewat percikan pernapasan yang terbang ke udara lebih cepat dari butiran abu.

"Ini penelitian yang cukup berhasil dengan berbagai keterbatasan sebagai studi lapangan," kata Werner E. Bischoff, direktur medis sistem pencegahan penularan dan epidemologi kesehatan di Wake Forest School of medicine di North Carolina. Bischoff tidak termasuk yang melakukan penelitian ini.

Pada 24 Januari sebuah keluarga makan siang di sebuah restoran di Guangzhou, kota metropolitan di sebelah selatan China berjarak sekitar 128 kilometer dari Hong Kong.

3 dari 6 Halaman

Lima orang tertular di restoran

Keluarga itu meninggalkan Wuhan, berjarak 836 kilometer di sebelah utara dan menjadi pusat awal penyebaran virus corona, sehari sebelum pemerintah China menerapkan karantina wilayah di kota itu dan sejumlah daerah di Provinsi Hubei.

Pada saat makan siang, lima anggota keluarga--disebut sebagai keluarga A di makalah itu--terlihat sehat. Tapi kemudian di hari itu juga salah satu dari mereka, perempuan 63 tahun, mengalami batuk dan demam kemudian mendatangi rumah sakit tempat dia kemudian dites positif corona.

Dalam waktu dua pekan, sembilan orang yang makan siang di lantai yang sama pada hari itu juga kemudian dites positif. Empat orang adalah kerabat keluarga dari si perempuan yang pertama terinfeksi. Mereka bisa jadi tertular di luar restoran.

Tapi bagi lima orang lainnya, ternyata restoran itulah yang menjadi penyebab mereka tertular virus corona.

4 dari 6 Halaman

Arah angin dari AC

Meja keluarga A terletak di sebelah barat ruang restoran, di antara dua meja keluarga lain, B dan C yang juga makan siang kala itu. Keluarga B dan keluarga A berjarak 53 menit dan ketiga anggota keluarga--seorang suami-istri dan putri mereka kemudian sakit. Keluarga C yang duduk di sebelah keluarga A di meja seberangnya berjarak 73 menit dan dua dari anggota keluarga mereka--seorang ibu dan putrinya kemudian sakit.

Sebuah pendingin ruangan yang terletak di sebelah keluarga C meniupkan angin ke arah barat menyapu ke seluruh tiga meja, sebagian dari udara AC itu terpantul ke dinding dan kembali ke arah keluarga C.

Karena pada saat itu corona belum menyebar luas di luar Wuhan, para pejabat kesehatan bisa melacak dengan mudah kontak dari keluarga B dan C dan kemudian menyimpulkan satu-satunya tempat yang paling memungkinkan terjadinya penularan virus adalah restoran tersebut.

5 dari 6 Halaman

Memberi pencerahan

Sebanyak 73 orang lain yang ada di restoran itu kemudian dikarantina selama 14 hari dan tidak menunjukkan gejala tertular.

"Kami menyimpulkan dalam wabah ini penularan lewat percikan terjadi karena ventilasi AC," tulis para peneliti. "Faktor kunci penyebab penularan adalah arah pergerakan angin dari AC."

6 dari 6 Halaman

Harvey V Fineburg yang mengepalai Komite Pengarah di Perkembangan Penyakit Menular dan Ancaman Kesehatan Abad 21 di Akademi Nasional Sains, Teknik, dan Kedokteran menyebut laporan penelitian ini "memberi pencerahan dan provokatif."

Lebih lanjut, peristiwa ini jelas akan mempengaruhi cara mengatur pola arah angin dari AC, tidak hanya di restoran tetapi juga di tempat kerja.

"Ini memperjelas masalah yang sedang kita pelajari dan berguna untuk keselamatan di tempat kerja," kata dia. "Tidak hanya untuk restoran yang aman dan tempat-tempat hiburan, tapi juga tempat kita bekerja."

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR