HOME » BERITA » CERITA SOPIR TAKSI YANG TERPAKSA TIDUR DI MOBIL AKIBAT TERJEBAK LOCKDOWN

Cerita Sopir Taksi yang Terpaksa Tidur di Mobil Akibat Terjebak Lockdown

Seorang sopir taksi terjebak lockdown Malaysia untuk mengatasi virus Corona (COVID-19) sehingga dia harus tinggal di mobil taksi.

Rabu, 15 April 2020 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Cerita Sopir Taksi yang Terpaksa Tidur di Mobil Akibat Terjebak Lockdown
Sopir taksi terjebak lockdown (Facebook/Alvin Aragon Koh)

OTOSIA.COM - Malaysia sudah melakukan lockdown sejak 18 Maret 2020 lalu. Kebijkan Movement Control Order (MCO) itu membuat beberapa orang kehilangan pekerjaan, bahkan beberapa pekerja terjebak lockdown tak bisa kembali ke daerah asal.

Seperti cerita seorang sopir taksi yang terjebak lockdown Malaysia. Seorang pengguna Facebook bernama Alvin Aragon Koh yang menjadi penumpang taksi tersebut membagikan kisah si sopir taksi yang terpaksa tinggal di dalam mobil selama lockdown.

Hingga hari ini Rabu (15/3/2020), berarti Malaysia sudah memberlakukan lockdown selama 29 hari. Selama itu, si sopir taksi yang merupakan Warga Negara Singapura dan tinggak di Johor Bahru itu tinggal di mobil taksinya.

"Dia memberi tahu kami bahwa dia adalah Warga Negara Singapura yang tinggal di Johor Bahru dan telah tidur di taksi selama periode ini setelah lockdown Malaysia," tulis Koh pada unggahan tanggal 11 April 2020.

1 dari 2 Halaman

Si sopir taksi juga disebut menunjukkan kartu identitasnya kepada Koh dan temannya. Selain itu, si sopir bercerita bahwa perusahaan tempat dia bekerja tidak memberikan apapun untuk akomodasi selain membebaskan biaya sewa taksi selama sebulan.

Dia juga sempat mencari tempat tinggal tetapi harganya yang relatif mahal. Koh pun bertanya, bagaimana jika dia perlu mandi?

Si sopir mengatakan bahwa dia menggunakan fasilitas di Sentosa untuk mandi. Si sopir juga menjelaskan bahwa dia tak makan di dalam mobil.

2 dari 2 Halaman

"Dia berkata lebih baik tidak melakukannya (makan di dalam mobil taksi, red) tetapi dia akan pergi ke suatu tempat yang sepi untuk makan siang karena dia takut ada orang yang akan memotretnya karena tidak makan dengan benar kemudian mengunggahnya ke media sosial," lanjut Koh.

Dalam akhir unggahan itu, Koh berpesan agar selalu tersenyum dan berterima kasih kepada siapapun yang berada di garis terdepan selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). Pasalnya mereka sudah mengorbankan waktu mereka selama periode berbahaya ini.

BERI KOMENTAR