HOME » BERITA » CERITA SOPIR TRUK TINJA CARI REZEKI DARI KOTORAN MANUSIA

Cerita Sopir Truk Tinja Cari Rezeki dari Kotoran Manusia

Bau kotoran pun sudah pasti. Sopir truk tinja ini mengaku sudah genap bekerja mengurusi transportasi hajat manusia selama 12 tahun.

Sabtu, 17 Maret 2018 15:11 Editor : Nurrohman Sidiq
Foto by Nazar Ray

OTOSIA.COM - Namanya Tasiman. Pria berumur 48 tahun ini punya cerita soal kesehariannya sebagai sopir truk tinja.

Bau kotoran pun sudah pasti. Namun, pria yang ngomongnya medok khas logat Cilacap ini mengaku sudah genap bekerja mengurusi transportasi hajat manusia selama 12 tahun.

"Sebelumnya saya kerja di tempat lain, di PT Parkit Abadi Sakti. Sama juga, jadi sopir septic tank juga. Kalau sekarang di PT Lestari Jaya," ujar Tasiman.

Tasiman mengaku pernah menjadi sopir kendaraan luar kota. Namun, ia berhenti dari pekerjaannya tersebut karena merusak badan. Di samping itu, godaan perempuan sering menghantuinya.

"Dulu juga pernah jadi sopir kontainer, lalu pikap untuk perusahaan ekspedisi. Tapi badan saya enggak kuat ke luar kota terus, juga banyak godaannya," kata dia.

"Makanya istri enggak ngizinin. Makanya saya milih kerjaan yang berangkat pagi pulang sore. Jadi lebih teratur. Kalau kerja yang kemarin mah badan saya lebih kurus lagi, sekarang saja gemukan," akunya.

Ayah dua anak (duduk di bangku TK dan SMP) mengaku selama puluhan tahun mengangkut tinja tidak terlepas dari perasaan jijik.

"Kalau mau kuat, ya tergantung fisik kita-lah. Kalau fisik kita gak kuat, paling gak kita gak mau. Tapi saya akui, pertamanya saya merasa geli dan bau, tapi lama-lama enggak," kata dia.

Proses adaptasinya sendiri sekitar 3 bulan. Setelah itu, tinja baginya seperti sudah menjadi hal yang biasa.

"Kalau lihat kotoran di septic tank numpuk karena mampet, orang lain mungkin geli, saya mah enggak. Langsung saya tanganin. Tadinya saya juga geli, sampai susah buat makan, keinget (kotoran) terus sih. Alhamdulillah sekarang rutin dan biasa," kata dia.

Ia punya tips agar tetap kuat menghadapi pekerjaannya yang sarat dengan penyakit.

"Saya jarang sakit. Saya minum susu beruang, vitamin juga, kadang buah-buahan juga. Tapi badan, tangan dan semuanya saya bersihkan dulu abis nyedot, biar gak bau dan gak ada kuman," kata dia.

Satu pertanyaan menggelitik, bagaimana pria yang mengendarai truk Colt Diesel ini kalau sudah waktunya makan? Rupanya, dia pun bisa segitu kebalnya dengan bau kotoran, sampai untuk urusan isi perut.

"Ya makan juga. Umpanya, truknya lagi nyedot, kan bau, ya kalau mau makan di dalam, ya makan aja. Bau gak masalah, sudah biasa sih. Ya cuci tangan dululah yang bersih, pakai sabun, masak gak cuci tangan. Saya kerja ginian gak cuma perorangan, juga kerja borongan, kalau lapar ya tinggal makan, mau di mana kek," jawabnya sambil bergurau.

(kpl/nzr/sdi)

BERI KOMENTAR