HOME » BERITA » CERITA SYAHRONI, SOPIR AMBULANS DENGAN SATU KAKI PALSU

Cerita Syahroni, Sopir Ambulans dengan Satu Kaki Palsu

Hidup hanya dengan satu kaki dan menggunakan kaki palsu bukanlah halangan untuk terus beraktivitas. Syahroni buktinya masih mampu menjadi seorang sopir ambulans yang andal.

Rabu, 09 Juni 2021 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Cerita Syahroni, Sopir Ambulans dengan Satu Kaki Palsu
Kisah inspiratif Syahroni (ist)

OTOSIA.COM - Keterbatasan bukanlah soal. Apabila niat dan tekad sudah bulat, apapun bisa dilalui. Seperti yang dialami oleh seorang sopir ambulans, Syahroni.

Seperti diketahui, para sopir ambulans dituntut memiliki skill yang di atas rata-rata sopir pada umumnya. Pasalnya, para sopir ambulans berpacu dengan waktu mengantar para pasien ke rumah sakit.

Hidup hanya dengan satu kaki, tak membuat aktivitas Syahroni sebagai sopir ambulans terhambat. Kondisi tersebut tak membuat kemampuan mengemudi laki-laki asal Pandeglang, Banten, itu diragukan.

1 dari 3 Halaman

Sempat Koma 

Syahroni merupakan penyandang disabilitas yang mengalami kecelakaan fatal saat bekerja di tahun 2000 silam. Dia harus kehilangan kaki kirinya ketika mengalami kecelakaan.

Dalam kondisi kritis, Syahroni mengalami koma selama tiga hari dan menghabiskan hingga 36 kantong darah. Tak hanya itu, beban Syahroni sempat besar karena harus menanggung biaya pengobatan hingga Rp65 juta.

Cobaan tersebut tak membuatnya patah semangat. Setelah berjalannya waktu, Syahroni mulai berdamai dengan kondisi tubuhnya. Hidup dengan kaki palsu.

2 dari 3 Halaman

Tak Menyerah dengan Keadaan

Berjalan dengan kaki palsu tak lantas membuatnya jadi orang yang menyerah dengan keadaan. Dia tetap bisa mengendarai mobil ambulans dengan baik seperti orang normal pada umumnya. Meski perjuangan saat pertama kali menjadi sopir dilaluinya secara tak mudah.

Syahroni awalnya harus menggunakan mangkok yang diletakkan di pedal kopling agar tak lepas dari pijakan kaki palsunya. Perlahan-lahan setelah bisa menguasai badannya, Syahroni bisa berkendara dengan menggunakan kaki palsunya langsung.

"Tadinya saya pakai mangkok, kopling saya akalin supaya jangan lepas, tapi sekarang saya buka," ungkapnya.

 

3 dari 3 Halaman

Tetap Bersyukur 

Kelihaiannya dalam mengendarai mobil ambulans tak perlu diragukan lagi. Syahroni sudah bolak-balik ke Lampung sebanyak dua kali. Perjalanan dalam dan luar kota sudah lagi tak terhitung.

Bahkan mobil ambulans yang dikendarainya kerap digunakan untuk keperluan lain, misalnya membawa rombongan ziarah.

"Alhamdulillah, pakai mobil ini saya sudah ke Lampung dua kali, kalau ke Jakarta itu tiap pekan, ke Bandung, ke Cikampek, kemarin saya bawa rombongan ziarah," ujarnya.

Syahroni bersyukur karena dalam keterbatasannya, ia masih dapat beraktivitas dan membantu orang lain. Ia berharap, apa yang dilakukannya dapat mendatangkan keberkahan bagi dirinya dan keluarga.

Penulis: Razdkanya Ramadhanty

Sumber: Dream.co.id

BERI KOMENTAR