HOME » BERITA » CERITA THRIVE MOTORCYCLE, MOTOR KUSTOM RP40 JUTAAN SAMPAI TOTALITAS RP300 JUTA

Cerita Thrive Motorcycle, Motor Kustom Rp40 Jutaan Sampai Totalitas Rp300 Juta

Thrive melayani dua pilihan custom motor, yaitu regular-modified dan full-modified.

Senin, 23 Desember 2019 16:15 Editor : Ahmad Muzaki
Cerita Thrive Motorcycle, Motor Kustom Rp40 Jutaan Sampai Totalitas Rp300 Juta
Motor kustom bergenre drag race (Facebook/Thrive Motorcycle)

OTOSIA.COM - Karya Thrive Motorcycle sudah tidak perlu diragukan lagi. Berkat namanya yang makin terkenal dan mendunia, bengkel satu ini banyak dicari kustomer.

Hal ini tak lepas dari ciri khas kendaraan yang digarapnya. Setiap motor karya mereka selalu memiliki lambang dan tulisan Thrive sehingga lebih mudah dikenali.

Motor yang baru-baru ini digarap bengkel Thrive adalah Ninja 2-tak dengan dua mesin. Karya tersebut merupakan brand-based, di mana pemilik motor adalah suatu brand, bukan perorangan.

Untuk setiap desain yang akan diwujudkan, Thrive terlebih dahulu membuat voting di website brand terkait.

Salah satu contohnya ialah motor kustom bergaya 'drag race' di atas. Desain motor tersebut merupakan pilihan yang termasuk dalam 10 peringkat teratas.

1 dari 3 Halaman

Kendala Pengerjaan

Cerita Thrive Motorcycle, Motor Kustom Rp40 Jutaan Sampai Totalitas Rp300 JutaKendala Pengerjaan

Kendala dari motor brand-based terletak pada waktu. Dengan deadline yang singkat dan pekerjaan yang rumit, motor tersebut harus siap mejeng di sebuah pameran motor.

Menurut Erlangga Djojosaputro, salah satu pendiri Thrive Motorcycle, karya itu hanya dapat digunakan untuk acara tertentu. Motor pun dirancang sesuai keinginan atau inspirasi owner yang memang menyukai drag race.

Angga, panggilan Erlangga Djojosaputro, menjelaskan terkait kesulitan untuk mengerjakan motor brand-based seperti itu. Pengerjaan dilakukan dengan timeline yang ketat. Dengan membangun sebuah motor dalam kurun waktu 2,5 bulan, yang tersulit adalah mengatur waktu branding activation, kebutuhan brand, dan exposure.

"Potensi untuk error hampir tidak ada, tidak mempunyai kesempatan untuk salah,"ujar Angga, saat menjelaskan persiapan motor-motor Thrive yang berhasil masuk berbagai pameran bergengsi di Indonesia maupun dunia. Menurutnya, kesalahan satu hal saja bisa berakibat fatal karena membuang waktu.

Hal tersebut juga karena pembuatan part tertentu yang belum pernah diproduksi sebelumnya, bahkan oleh bengkel-bengkel lain. Oleh karenanya, harus melewati berbagai trial dan error.

2 dari 3 Halaman

Layanan yang Ditawarkan

Cerita Thrive Motorcycle, Motor Kustom Rp40 Jutaan Sampai Totalitas Rp300 JutaLayanan yang Ditawarkan

Selain motor brand-based, Thrive juga melayani kustomer perorangan. Bedanya, motor kustom untuk kustomer memiliki tingkat kesulitan tertentu, salah satunya dalam membuat mereka mengerti banyaknya pengembangan dari sisi teknis.

Kreativitas yang bebas membuat waktu dan keuangan harus diperhatikan dan itu berbeda dengan brand-based. Pengerjaan yang dilakukan dengan gaya Thrive tetap mempunyai nilai-nilai sejarah tipe motor yang sesuai dengan keinginan kustomer yang mengacu pada zamannya.

Selain dua tipe kustomer itu, Thrive turut melayani dua pilihan kustom motor, yaitu regular-modified dan full-modified.

Regular-modified terdiri dari penggantian spakbor, rangka dan pengecatan ulang. Pengerjaan dilakukan kurang dari satu bulan dengan biaya sekitar Rp40 juta.

Untuk full-modified, 90% bagian motor diganti dengan onderdil Thrive yang berbasis handmade. Pengerjaan itu memakan waktu empat sampai enam bulan dengan biaya sekitar Rp300 juta.

Angga menambahkan, jika dirata-rata untuk biaya tersebut dapat terbilang rasional. Man-hour yang dikeluarkan lebih lama. "Pada akhirnya motor tersebut hanya ada satu dan sangat personalized," jelasnya.

Pengukuran badan dan motor sangat diperhatikan. Pembuatan motor dilakukan agar proposional dengan pemiliknya. Untuk membuat sesuatu yang "tailor-made" seperti itu, Angga mewajarkan bahwa membutuhkan biaya yang lebih besar. Nilai motor otomatis meningkat dengan brand Thrive yang tersemat pada motor.

3 dari 3 Halaman

After-service yang Ditawarkan

Cerita Thrive Motorcycle, Motor Kustom Rp40 Jutaan Sampai Totalitas Rp300 JutaAfter-service yang Ditawarkan

Solusi yang ditawarkan biasanya diawali dalam bentuk desain yang nantinya akan pelanggan pertimbangkan. Seperti pencapaian dan kepribadian motor yang memiliki kesamaan dengan pemiliknya.

Menurut Thrive, pelanggan merupakan kepingan terakhir dalam "puzzle" motor. Disaat pengendara berada di motornya, hal itu layaknya suatu gambaran utuh. Thrive bertujuan membuat motor yang mencerminkan karakteristik pengendara atau kendaraannya.

Thrive juga memungkinkan membantu para kustomer yang ingin menjual motornya. Menurutnya jangan hanya sekadar menjual, tetapi juga perhatikan nilai yang ada pada motor. Semisal seharusnya motor ini jatuh di tangan orang yang tepat.

After-service yang Thrive lakukan, membantu pemilik motor untuk mendapatkan pemilik baru yang mempunyai nilai sama dengan pemilik sebelumnya. Hal tersebut juga menjadi prinsip yang Thrive selalu sematkan sejak menekuni industri kreatif ini.

Menurut Angga, untuk memulai di industri kreatif tidak pernah takut berbuat sesuatu dan khawatir akan komentar orang lain. Komentar maupun kritik pedas merupakan perhatian atas suatu karya. Terlepas dari hasil karya itu sendiri, mereka yang berkarya sudah berhasil memancing dan menimbulkan perdebatan atas suatu karya yang telah dibuat.

Reporter: Shaffa Maarij Kahfi

BERI KOMENTAR