HOME » BERITA » CERITA USHER GIIAS KENNY PRISCILIA, TERPINCUT SI ELEKTRIK PINK YANG PANTANG GANJIL-GENAP

Cerita Usher GIIAS Kenny Priscilia, Terpincut Si Elektrik Pink yang Pantang Ganjil-Genap

Gadis cantik blasteran Belanda yang menjadi usher di booth Wuling ini mengaku jatuh hati terhadap Mini EV. Dia berniat membeli mobil ini jika sudah dipasarkan di Indonesia.

Jum'at, 19 November 2021 22:30 Editor : Nazarudin Ray
Dara cantik berdarah Belanda, Kenny Priscilia (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Dengan mata yang bulat dan rambut panjang sepinggang, Kenny Priscilia menanggapi mereka yang bertamu ke area pameran Wuling Motors di gelaran Gaikindo Indonesia Internatonal Auto Show 2021.

Sambil tetap bermasker menyisakan pandangan matanya dalam berinteraksi, gadis blasteran Belanda ini pun secara langsung berakrab-akrab dengan tren kendaraan listrik.

Pasalnya, ia berada di area tempat Wuling Mini EV berada, sebuah mobil kecil listrik yang banyak dilirik terutama oleh para perempuan.

"Lucu ya, menarik," aku Kenny saat ditanya mengenai mobil yang merupakan bagian dari platform Global Small Electric Vehicle (GSEV) Wuling Motors itu.

Kenny saat bertugas di booth Wuling Motors

Ia pun segera mengangguk saat ditanya apakah berminat punya mobil kecil yang menurut spesifikasinya menggunakan baterai tahan air tersebut.

Salah satu alasannya karena kecil dan tidak bikin kagok, termasuk ketika usai digunakan dan diparkir.

"Kemungkinan iya karena untuk parkirnya enggak butuh space yang besar. Apalagi kita perempuan kan identik dengan kagok, bingung. Apalagi ada warna pink," ujarnya lalu terkekeh.

Bukan hanya ukuran dan fungsinya yang memudahkannya kala parkir, Wuling Mini EV bagi Kenny juga mempermudahnya saat beraktivitas sehari-hari terutama di jalan-jalan berperaturan ganjil-genap.

"Bebas ganjil genap kan, jadi bisa bebas keluar setiap hari. Soalnya aku biasanya keluar bawa mobil di tanggal genap. Terus kalau tanggal ganjil naik mobil online," akunya.

Dara cantik ini memimpikan punya Wuling Mini EV warna pink

Tidak khawatir

Soal baterai dan urusan isi daya, Kenny mengaku tidak khawatir. Edukasi mengenai mobil listrik ini sudah menghindarkannya dari kebingungan akan problem semacam itu.

"Enggak ya karena bisa charge di mana aja. Kita dapat kabel adaptor, jadi bisa charge di mana pun," akunya.

Nah, tidak ketinggalan, mobil listrik pun baginya tidak bikin pusing dengan gas buangnya. Bagi gadis berkulit putih dan tinggi ini, hal tersebut serta-merta mendukung pengurangan polusi udara.

"Mengurangi polusi, apalagi yang solar, aku pribadi baunya enggak suka," aku pengguna mobil keluarga yang katanya ukurannya agak besar sehingga kalau menyetir sendiri agak kagok saat parkir ini.

(kpl/nzr)

BERI KOMENTAR