HOME » BERITA » COSPLAY JADI ADOLF HITLER SAAT FESTIVAL MOTOR KLASIK, LAKI-LAKI INI DIINCAR POLISI

Cosplay Jadi Adolf Hitler saat Festival Motor Klasik, Laki-Laki Ini Diincar Polisi

Dua orang laki-laki yang berdandan seperti Adolf Hitler dan tentara Jerman saat Perang Dunia II, dalam acara festival motor klasik di Jerman tengah diincar oleh polisi.

Jum'at, 17 Januari 2020 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Cosplay Jadi Adolf Hitler saat Festival Motor Klasik, Laki-Laki Ini Diincar Polisi
Dandan ala Adolf Hitler (Autoevolution)

OTOSIA.COM - Saat gelaran festival motor klasik di Augustusburg, Chemmitz, Jerman, dua orang laki-laki terlihat tampil beda. Keduanya berdandan ala pemimpin komunis di Jerman, Adolf Hitler dalam acara otomotif yang dihadiri lebih dari 10.000 orang itu.

Si laki-laki yang berdandan ala Adolf Hitler lengkap dengan kumis khas dan lencana Nazi itu duduk di sespan motor. Sedangkan seorang lainnya yang berdandan seperti tentara Jerman saat Perang Dunia II duduk di kursi kemudi sepeda motor.

1 dari 2 Halaman

Penampilan mereka yang menyedot perhatian diabadikan melalui foto dan video. Lalu, hasil jepretan kamera itu pun beredar melalui media sosial.

Rupanya tindakan dua laki-laki itu juga menarik perhatian polisi. "Ketika ada seseorang yang berdandan seperti Adolf Hitler, penyelidikan wajib dilakukan," begitu kata juru bicara Polisi Saxony, seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Lebih lanjut, juru bicara tersebut mengatakan bahwa para pejabat mempertimbangkan dampak hukum akibat dari penyamaran terbuka sebagai Führer. Selain itu, lelaki itu juga bisa didakwa karena memakai lencana organisasi tidak konstitusional, serta dianggap menghasut untuk melakukan pemberontakan terhadap otoritas yang sah.

2 dari 2 Halaman

Perlu diketahui bahwa, lambang Nazi berbentuk swastika itu dilarang dipakai di tempat umum di Jerman. Sementara itu melansir Autoevolution, Perdana Menteri Saxony, Michael Kretschmer turut angkat bicara terkait kontroversi tersebut.

"Berdandan sebagai pembunuh massal sama dengan punya selera lebih dari buruk. Hal seperti ini tidak bisa diterima dan tidak boleh terulang," kata Kretschmer melalui akun Twitter.

BERI KOMENTAR