HOME » BERITA » CURHATAN TENAGA MEDIS SELAMA MEMAKAI APD LENGKAP DI POLI COVID-19

Curhatan Tenaga Medis Selama Memakai APD Lengkap di Poli COVID-19

Salah satu tenaga medis membagikan kisahnya saat menjalani tugas di Poli COVID-19 dan harus memakai APD lengkap selama berjam-jam.

Selasa, 21 April 2020 08:30 Editor : Dini Arining Tyas
Curhatan Tenaga Medis Selama Memakai APD Lengkap di Poli COVID-19
Petugas medis menangani pasien virus Corona (China Daily via REUTERS)

OTOSIA.COM - Sudah banyak video yang beredar menunjukkan para tenaga medis harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) berlapis-lapis saat bertugas di poli COVID-19. Hal itu agar tak ada cela bagi virus Corona (COVID-19) menempel pada bagian tubuh mereka.

Baru-baru ini pun viral curhatan tenaga medis yang bertugas di poli COVID-19. Dilansir Merdeka.com,unggahan tersebut berisi tentang kesulitan yang dialami tenaga medis usai menggunakan kostum pelindung atau jas hazmat saat bertugas.

Para petugas medis harus rela menahan lapar dan haus selama berjam-jam saat sudah mengenakan pakaian pelindung. Berikut informasi selengkapnya:

Dilansir dari akun Instagram @makassar_iinfo, salah seorang petugas medis benama Septi Arini menuliskan curhatannya saat ia bertugas di poli Covid-19.

1 dari 3 Halaman

Ia mengatakan, saat memakai pakaian pelindung tersebut di 15 menit awal keringat akan mulai terasa menetes di badan hingga 30 menit awal sudah mulai muncul bintik embun di dalam jas.

"2jam : hipoglikemi, dehidrasi, mata berkunang2, kepala lempuyengan," tulisnya.

(Instagram/makassar_iinfo)

Ia juga mengungkapkan jika alat pelindung diri tersebut saat digunakan akan terasa sangat panas karena ditutup rapat tanpa ada udara masuk. Septi Arini juga mengungkapkan kesuitan-kesulitan lain yang harus dihadapi oleh petugas medis. 

"Baju basah sah karena keringat dari dalam dan embun dr jas hujan, Mata kemasukan debu tp gabs pake tangan gosok 2 alhasil kedip2 sampe mata berair hingga akhir.

2 dari 3 Halaman

"Nafas sesak krn masker, Harus teriak2 ke psien krn suara kita ga terdengar dibalik masker medis berlapis," tulis Septi.

Selain itu, petugas medis yang sudah memakai pakaian pelindung juga harus rela menahan lapar dan haus selama berjam-jam hingga tugas-nya selesai. Tak hanya itu, mereka juga tidak bisa untuk sekadar pergi ke toilet.

"Diantara semua itu kendala terbesar adalah saat pengen ke toilet. Tahan 4jam," ungkapnya. 

Meski begitu, Septi mengatakan jika masih saja ada beberapa pasien yang kurang respect dengan para petugas medis. Beberapa diantaranya masih merasa abai dengan tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang ada. 

3 dari 3 Halaman

"Ketidak-respect-an pasien untuk memakai masker, Ketidak-respect-an pasien membawa anak2 sehat serta tidak memakai masker dengan alasan 'anaknya minta ikut tadi'," tulisnya. 

Di akhir tulisannya tersebut, ia berharap agar semua ini segera kembali normal dan pandemi ini segera berlalu. 

"Sungguh..... Sudah kehilangan kata2, hanya bisa berdoa semoga semua kembali normal.. Dengan seperti ini masih semangat kaan kalian tetap dirumah?," tutupnya.

BERI KOMENTAR