HOME » BERITA » DAIHATSU ANGKAT BICARA TERKAIT KONSUMEN XENIA PINDAH KE TERIOS

Daihatsu Angkat Bicara Terkait Konsumen Xenia Pindah ke Terios

Selasa, 04 Desember 2018 18:15 Editor : Cornelius Candra
Daihatsu Terios (Daihatsu Indonesia)

OTOSIA.COM - Penjualan Daihatsu Terios terus memberi kontribusi positif bagi PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Sejak awal tahun 2018, perolehannya tak jauh beda dengan Daihatsu Xenia. Pasalnya, harga keduanya pun tak terlalu berbeda, Daihatsu Terios di angka Rp197,3-250 juta, sedangkan Daihatsu Xenia berkisar antara Rp183-218 juta.

Namun Daihatsu enggan mengakui pergeseran dari Xenia ke Terios. Dengan dalih, mereka belum melakukan studi terkait migrasi pilihan produk. Tapi pergerakan pasar pastilah dipantau terus oleh pabrikan. Bisa kita lihat dari data retail Daihatsu selama periode yang sama. Penjualan Daihatsu Xenia 25.728 unit yang memberi sumbangsih 16% dari total penjualan.

Lalu persis di bawah Xenia, dipegang Terios yang mencapai 23.623 unit. Kontribusi terhadap total penjualannya 15%, atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama dari tahun sebelumnya. Namun Daihatsu mengakui penjualan keduanya terpaut tipis.

Daihatsu Xenia

Kenaikan kami yang paling signifikan adalah Terios, naik hampir seimbang dengan penjualan Xenia (year to date Oktober). Bedanya cuma ratusan unit saja. Kontribusi dari keduanya hampir berimbang. Jadi kontribusi Xenia 16% sementara Terios 15%. Secara angka Xenia memang mengalami penurunan dibanding tahun lalu (periode yang sama), papar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Division Head PT Astra Daihatsu Motor dalam Oto.com.

Proporsi Terios pun makin banyak. Daihatsu melihat, Terios kini banyak dipakai oleh semua kalangan. Bukan hanya kalangan mature (dewasa) saja. Sekarang anak muda lebih suka dengan Terios baru. Makanya marketnya turut membesar. Kalau tahun lalu kami berjualan sekitar 1.000 unit sebulan. Sekarang kami berjualan bisa sekitar 2.300 Terios sebulan. Apalagi proses inden juga sudah normal. Itulah yang menambah kenaikan penjualan, tambahnya.

Daihatsu Terios

Artinya, peningkatan penjualan Terios dari model lawas dibanding model anyar, sebesar 147%. Bahkan demi menggenjot produksi Terios, Daihatsu rela stop produksi Hi-Max sejak April 2018. Meski masih dijual, Hi-Max tinggal menghabiskan stok saja. Penghentian produksi ini juga lantaran Daihatsu harus memproduksi Toyota Rush di pabrik yang sama.

Daihatsu memprediksi, hingga akhir tahun, penjualan Terios terus positif. Kalau untuk November baru kemarin closing. Jadi kami belum bisa sampaikan semuanya. Tapi kontribusi Terios tetap baik. Apalagi menjelang akhir tahun sedang gencar paket promosi. Itu berkontribusi sangat besar pada penjualan. Kalau kami lihat, memang total penjualan Daihatsu naik 7% sampai dengan Oktober. Tentunya kenaikan ini sudah melampaui target Daihatsu sebesar 6%, pungkas Hendrayadi.

Hendrayadi pun memprediksi bahwa penjualan Daihatsu Terios akan tetap positif sampai akhir 2018. Terlebih, menjelang pergantian tahun, Daihatsu memberikan berbagai macam program promosi. Setidaknya, sampai Oktober 2018 kemarin, peningkatan penjualan mereka mencapai 7%, sudah melebihi target awal, yaitu 6%.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR