HOME » BERITA » DAIHATSU BERTEKAD PERTAHANKAN POSISI KEDUA PENJUALAN MOBIL NASIONAL

Daihatsu Bertekad Pertahankan Posisi Kedua Penjualan Mobil Nasional

Di tengah pasar otomotif yang lesu, Daihatsu berambisi mempertahankan posisi kedua sebagai merek mobil dengan volume penjualan terbanyak.

Minggu, 22 November 2020 15:15 Editor : Nazarudin Ray
Sigra ujung tombak Daihatsu di masa pandemi (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Penjualan mobil nasional tahun ini berat mencapai 600 ribu unit tahun ini seperti yang ditargetkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Dengan sisa dua bulan terakhir, diperkirakan total angka hanya mencapai 520-550 ribu unit.

Untuk mengejar target penjualan di penghujung tahun ini juga dirasakan sulit bagi Daihatsu. Namun PT Astra Daihatsu Motor tetap menargetkan posisi kedua penjualan mobil nasional secara total.

"Daihatsu sendiri menargetkan di posisi kedua dengan market share minimal 17 persen. Jadi berapa pun marketnya, nanti yang kita pertahankan ya itu. Kita kan masih di posisi kedua dari target minimal 17 persen, sekarang 18 persen. Kita optimis sampai akhir tahun gap posisi nomor 2 - 4 masih bisa tercapai," ujar Hendrayadi Lastiyoso, Div. Head Marketing & CR PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) dalam webinar bersama awak media, Kamis (19/11).

Sampai dengan bulan Oktober kemarin, penjualan retail mobil nasional mencapai 453.500 unit. Dilihat dari YTD tahun lalu sebanyak 848.900 unit, maka tahun ini terjadi penurunan 46,6 persen. Dari persentase tersebut, penjualan Daihatsu turun 43 persen. Namun pangsa pasar Daihatsu dalam kurun waktu tersebut naik 18 persen.

Begitu juga whole sales, market share Daihatsu angkanya sama dengan capaian retail retail sales. Meski Daihatsu turun, persentasenya tidak sebesar penurunan penjualan total mobil nasional.

"Empat brand terbesar penurunannya tidak sebesar penurunan market. Gran Max turunnya hanya 37 persen kalau dibandingkan dengan tipe mobil penumpang yang penurunnanya lebih besar dari kendaraan niaga," ujarnya.

Pada bulan Oktober Gran Max menjadi kontributor terbesar, yakni mencapai 44,5 persen atau hampir setengah penjualan total Daihatsu. "Tapi kalau dilihat YTD, itu 33,2 persen. Kalaukalau by model, Sigra lebih tinggi 26,6 persen. Angka Gran Max kan gabungan dari minivan dengan pick up," ungkapnya.

Kontribusi Gran Max yang besar tidak terlepas dari tingginya permintaan kendaraan niaga pick up di masa pandemi.

"Oktober kemarin suplainya yang besar itu Gran Max, dan di whole sales tidak jauh berbeda. Kenapa? Banyak permintaan suplai karena mereka (dealer) merasa permintaan pick up tinggi sekali," paparnya.

(kpl/nzr)

BERI KOMENTAR