HOME » BERITA » DAIHATSU JELASKAN KERUMITAN SISTEM ISS TERIOS JIKA DIPASANG PADA MODEL LAIN

Daihatsu Jelaskan Kerumitan Sistem ISS Terios Jika Dipasang pada Model lain

Teknologi ISS pada Terios berfungsi untuk menekan emisi dan menghemat bahan bakar. Sayangnya peranti tersebut tidak disarankan untuk dipasang ke model lain.

Jum'at, 08 Oktober 2021 20:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Daihatsu Jelaskan Kerumitan Sistem ISS Terios Jika Dipasang pada Model lain
Daihatsu Terios (ADM)

OTOSIA.COM - Belum lama ini Daihatsu Terios menerima fitur baru Idling Start Stop atau ISS. Teknologi ini berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang, sekaligus menghemat bahan bakar.

Cara kerjanya adalah mesin akan mati secara otomatis pada saat mobil berada dalam kondisi stasioner, seperti pada saat berhenti di lampu merah. Lalu mesin akan secara otomatis kembali menyala ketika pedal gas ditekan.

Sayangnya, dengan ukuran tombol ISS cukup kecil, teknologi ini ternyata cukup sulit diaplikasikan pada model Daihatsu lain, termasuk Terios lama.

1 dari 5 Halaman

Daihatsu Sigra (ADM)

Menurut Audi Tarantini, Head of R&D Testing Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM), penambahan teknologi ISS terbilang rumit.

"Tidak gampang, mending beli baru," ungkapnya di sela-selaMedia Test DriveRocky 1.2 di R&D Test Course, Karawang Assembly Plant ADM, Selasa (5/10/2021).

2 dari 5 Halaman

Audi menjelaskan bahwa ISS membutuhkan begitu banyak penambahan komponen, seperti sensor-sensor di beberapa bagian tertentu. Beragam sensor tersebut akan mengukur kapan ISS bisa diaktifkan

Sebagai contoh, sistem ISS akan aktif setelah pedal rem diinjak dengan kekuatan tertentu. Lalu temperatur kabin turut mempengaruhi. Jika interior mobil belum mencapai 22 derajat celcius, maka ISS tidak akan aktif.

"Idling Start Stopitu bekerja pada injakan rem setelah berapa newton, ada sensornya. Kemudian temperatur kabin harus berapa derajat, 22 derajat Celsius biasanya. Banyak tambahannya, jadi tidak gampang," paparnya.

3 dari 5 Halaman

Pajak emisi berlaku untuk mobil baru

Logo PHEV (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Selain membahas tentang penambahan ISS, Audi juga menjelaskan tentang nasib mobil lama dengan kadar emisi CO2 lebih tinggi dibandingkan mobil-mobil baru. Menurutnya mobil-mobil lama tersebut tidak akan terlalu berpengaruh dengan regulasi pajak berdasarkan emisi.

4 dari 5 Halaman

Alasannya regulasi pajak emisi hanya diperkenankan untuk produksi kendaraan baru. Mobil tersebut nantinya akan menjalankan beberapa tes terkait uji emisi untuk menetapkan seberapa besar pajaknya.

"Regulasi pemerintah hanya untuk mobil yang diproduksi, bukan yang ada di konsumen. Ketika kita produksi mobil, kitab bawa ke Balai Uji Tipe. Di situ dites. Kalau benar pajak CO2taxdiberlakukan, mobil akan ada segmen-segmennya sendiri seperti kapasitas mesin dan konsumsi bahan bakar," tutupnya.

5 dari 5 Halaman

BERI KOMENTAR