HOME » BERITA » DARI 100.000 KORBAN KECELAKAAN, 85 PERSENNYA USIA SEKOLAH

Dari 100.000 Korban Kecelakaan, 85 Persennya Usia Sekolah

Senin, 25 September 2017 21:15

Dari 100.000 Korban Kecelakaan, 85 Persennya Usia Sekolah
Foto: Istimewa
Editor : Fitradian Dhimas | Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Menurut global status report on road safety lebih dari 1 juta orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Tiga hingga 4 orang tersebut berusia 15 tahun hingga 29 tahun. Karena itu keselamatan berlalu lintas merupakan hal yang penting, mengingat 61% dari penyebab terbesar kecelakaan karena faktor manusia.

Oleh sebab itu, pembinaan keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, kepolisian, swasta dan masyarakat. Dan soal keselamatan berlalu lintas, Astra International turut ambil bagian dengan melakukan berbagai kegiatan terkait dengan hal ini

Salah upaya yang dilakukan PT Astra International Tbk adalah meresmikan KBA Cengkeh Turi sebagai Kampung Ramah Anak – Tertib Lalu Lintas, belum lama berselang di Binjai, Sumatera Utara.

“Kami mengapresiasi Astra yang telah memberikan pembelajaran kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas, terutama di Binjai ini. Masyarakat harus selalu diingatkan supaya tidak lalai. Semoga pembinaan keselamatan berlalu lintas di Binjai oleh Astra ini dapat menjadi contoh di Indonesia dan harus terus kita gemakan,” ujar Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi saat membuka kegiatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi, Binjai, Sumatera Utara, pada hari ini (24/9).

“Melalui pembinaan keselamatan ini, anak muda diingatkan agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas,” imbuh Budi

Pentingnya pembinaan keselamatan berlalu lintas tersebut juga menjadi perhatian Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Leny Nurhayanti Rosalin.

Dalam sambutannya, Deputi Leny menambahkan dari sekitar 1 juta korban kecelakaan di seluruh dunia, sekitar 600.000-nya adalah anak-anak.

“Di Indonesia, dari 100.000 korban kecelakaan, sebanyak 85% adalah anak-anak SD, SMP hingga SMA. Program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas [IAABL] sangat tepat dalam membantu program pemerintah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan mendukung program Indonesia Layak Anak pada tahun 2030 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” tutur Leny.

Bahkan, dia berharap program pembinaan keselamatan berlalu lintas dari Astra ini dapat menjadi model bagi perusahaan lain.

Deputi Leny menambahkan ketersediaan infrastruktur yang ramah anak tersebut juga sebagai salah satu upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Upaya ini, oleh pemerintah melalui Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan berbagai sektor dalam rangka keselamatan lalu lintas seperti dengan Kementerian Perhubungan maupun Korlantas Polri.

“Dengan adanya pencanangan KBA Cengkeh Turi ini sebagai Kampung Ramah Anak – Tertib Lalu Lintas, berarti telah mendukung program Kota Layak Anak yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Budi juga menandatangani kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan PT Astra International Tbk terkait pembinaan keselamatan berlalu lintas.

Kerja sama ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemhub) Republik Indonesia yang telah melakukan langkah-langkah dengan menetapkan beberapa sasaran kebijakan, di antaranya peningkatan peran angkutan umum, peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan kualitas lingkungan.

(kpl/nzr/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-11-23
detail

BERITA POPULER