HOME » BERITA » DARIPADA KENAIKAN TARIF PARKIR, ANGGOTA DPRD DKI MINTA PERBAIKAN TRANSPORTASI PUBLIK

Daripada Kenaikan Tarif Parkir, Anggota DPRD DKI Minta Perbaikan Transportasi Publik

Ini tanggapan anggota DPRD DKI terkait rencana kenaikan tarif parkir mobil dan motor

Jum'at, 25 Juni 2021 08:15 Editor : Ahmad Muzaki
Daripada Kenaikan Tarif Parkir, Anggota DPRD DKI Minta Perbaikan Transportasi Publik
Pemprov DKI akan naikkan tarif parkir. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

OTOSIA.COM - Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana untuk menaikan tarif parkir mobil dan motor. Terkait hal itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menilai rencana tersebut tak tepat.

Lebih lanjut, menurutnya jika dalih rencana kenaikan tarif parkir maksimal untuk menekan volume kendaraan pribadi, Pemprov DKI diminta mengoptimalkan transportasi umum.

"Solusi pertama yang dipikirkan adalah menyediakan transportasi publik yang terjangkau dan menjangkau semua daerah pemukiman dan tempat kerja di kota," ucap Gilbert, Kamis (24/6).

1 dari 6 Halaman

Gilbert mendukung rencana intervensi Pemprov, hanya saja situasi Jakarta tidak kondusif bagi masyarakat menggunakan transportasi umum akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, imbuhnya, jumlah alat transportasi publik masih belum memadai dari sisi jumlah atau frekuensi dan jangkauan atau trayek dan integrasi antar moda (single ticket) atau dikenal dengan Jak-lingko juga jauh dari target.

"Seharusnya transportasi publik yang lebih dulu diperbaiki, bukan tarif parkir yang digunakan sebagai instrumen mendorong masyarakat menggunakannya dalam kondisi sekarang," lugasnya.

2 dari 6 Halaman

Gilbert berujar, transportasi publik yang baik akan menghasilkan kualitas udara yang baik, dan kerugian karena macet akan teratasi.

"Tarif parkir yang direncanakan juga terlalu mahal, mengingat sebagian besar masyarakat adalah pengguna kendaraan roda dua," pungkasnya.

3 dari 6 Halaman

Diketahui, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif parkir melalui revisi Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2017. Perubahan tarif parkir tertinggi untuk mobil sebesar Rp60.000 sedangkan sepeda motor Rp18.000.

Kasubag Tata Usaha UP Perparkiran Dinas Perhubungan, Dhani Grahutama menjelaskan penyesuaian tarif maksimal parkir nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan golongan A dan B.

4 dari 6 Halaman

Golongan A adalah jalur di mana dilintasi layanan transportasi umum, sedangkan golongan B jalur di mana tidak dilintasi layanan transportasi umum.

"Tarif usulan on street tarif batas maksimal hingga sampai Rp60.000 per jam kemudian golongan B itu sampai Rp40.000 per jam," ucap Dhani dalam diskusi virtual dikutip pada Rabu (23/6).

5 dari 6 Halaman

Selain†on street, Pemprov DKI juga berencana menyesuaikan tarif parkir off street. Perlu diketahui maksud dari parkir†on street†adalah parkir di sisi bahu jalan, sementara parkir†off street†berada di area khusus parkir di luar bahu jalan.

Untuk parkir†off street, Pemprov akan membaginya menjadi dua klasifikasi yaitu lokasi Pemda dan berada di dalam koridor transportasi umum. Kemudian, lokasi yang tidak dilintasi transportasi umum.

6 dari 6 Halaman

Dhani memberi contoh, parkir di area Pemda seperti di IRTI Monumen Nasional (Monas). Lokasi tersebut merupakan lokasi yang dilintasi transportasi umum. Untuk kendaraan mobil akan dikenakan tarif berkisar Rp5.000 sampai Rp25.000 sedangkan tarif motor Rp4.000 sampai Rp10.000.

Sementara lokasi parkir†off street†yang tidak dilintasi transportasi umum bagi kendaraan mobil Rp5.000 sampai Rp10.000. Sedangkan tarif motor Rp1.000 sampai Rp3.000.

Penulis: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR