HOME » BERITA » DEBT COLLECTOR BOLEH KOK TARIK MOTOR DI JALAN, ASAL...

Debt Collector Boleh Kok Tarik Motor di Jalan, Asal...

Kasus penarikan sepeda motor di jalanan oleh debt collector kerap berbuntut panjang. Jadi legal tidak hal seperti itu?

Kamis, 12 Maret 2020 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Debt Collector Boleh Kok Tarik Motor di Jalan, Asal...
Honda Beat 2020 (Ilustrasi/AHM)

OTOSIA.COM - Tak jarang kasus penarikan motor secara tiba-tiba di jalan menjadi masalah berbuntut panjang. Seperti beberapa waktu lalu di Yogyakarta yang melibatkan driver ojol dan debt collector.

Lalu legalkan penarikan kendaraan di jalanan seperti yang dilakukan oleh debt collector?

Kepala Departemen Pengawasan IKNB OJK, Bambang Budiawan mengatakan, aktivitas menarik kendaraan secara paksa di jalanan tersebut sah dilakukan apabila juru tagih utang memiliki sertifikat profesi.

"Boleh, asal ada persyaratan (sertifikat). Makanya supaya nggak ditarik bayar," ujar Bambang di Perkantoran OJK, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

1 dari 1 Halaman

Bambang melanjutkan, jika penagih utang tak memiliki sertifikat tetapi melakukan tindakan maka perusahaan pembiayaan wajib memberikan sanksi. Sebab, hal tersebut termasuk salah satu pelanggaran.

"Yang saya minta pertama perusahaan itu menindak. Kedua, kalau you (perusahaan) nggak menindak saya yang menindak you (perusahaan)," jelasnya.

Bagi perusahaan yang tidak memberikan sanksi kepada karyawannya maka akan mendapat surat peringatan dari OJK sebanyak 3 kali. Lalu, bila tidak ada perubahan untuk perbaikan maka otoritas akan melakukan penutupan izin usaha atau izin pembiayaan.

"Pertama perusahaan itu harus menindak dia. itu kan aparat you. Perjanjian kerjasamanya gimana you sama si perusahaan outsourcing itu, kan ada klausul-klausul nya. Kalau nggak bener maka bisa begini, dilaksanakan lalu kita monitor. Jadi kita harus fair jangan main sruduk-sruduk saja OJK," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR