HOME » BERITA » DEBT COLLECTOR SIAP-SIAP TARIK MOBIL WARGA, POLISI LANGSUNG PASANG BADAN

Debt Collector Siap-siap Tarik Mobil Warga, Polisi Langsung Pasang Badan

Berikut ini momen debt collector saat mau tarik mobil warga, seorang polisi langsung pasang badan

Senin, 13 Juni 2022 20:30 Editor : Ahmad Muzaki
Debt Collector Siap-siap Tarik Mobil Warga, Polisi Langsung Pasang Badan
Debt Collector Mau Tarik Mobil Warga. Youtube/RESMOB MINAHASA©2022 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Aksi debt collector yang menarik mobil warga secara paksa kembali terulang. Terbaru terjadi di Minahasa, namun satuan polisi Resmob Minahasa langsung mengetahuinya dan segera bertindak cepat.

Hal ini diketahui dari YouTube RESMOB MINAHASA. Berikut ini ulasan selengkapnya!

1 dari 4 Halaman

Polisi Badan Besar datangi Debt collector dengan Tegas

Dengan sigapnya, satuan polisi Resmob Minahasa langsung mendatangi lokasi tempat debt collector melakukan aksi penarikan mobil. Satuan Resmob yang terdiri dari beberapa polisi berbadan besar itu pun kemudian dengan tegasnya menghampiri para debt collector.

Ia menanyakan apa tujuan dari mereka datang ke rumah tersebut. Selain itu, sang polisi juga mempertegas kebenaran dari tujuan para debt collector yang hendak menarik mobil.

"Mau tarik mobil? Hah?," tegas salah satu polisi seperti nampak dalam video unggahan saluran Youtube RESMOB MINAHASA.

2 dari 4 Halaman

Sampai Bilang Saya Banting Kalian

Tidak hanya sekedar bertanya tujuan para debt collector, polisi juga sempat memberikan gertakan. Polisi itu seolah melontarkan perkataan bersifat mengancam agar para debt collector memberikan pengakuan jujur.

"Mau tarik mobil? Saya banting sini kalian mau tarik mobil ya!," ungkap polisi.

Setelah mengetahui para Resmob datang, mereka berasalan jika ada seorang konsumen yang salah membeli kendaraan. Mereka tak berani memberikan pengakuan sejujurnya.

3 dari 4 Halaman

Tegaskan Harus ada Surat dari Pengadilan dan Didampingi Polisi

Lebih lanjut salah seorang polisi meminta surat-surat penarikan yang resmi dari pihak debt collector. Namun ternyata surat yang ditunjukkan kurang lengkap.

Hal ini membuat pihak kepolisian memberikan penjelasan jika harus ada surat putusan dari pengadilan dan juga harus didampingi polisi apabila ingin melakukan penarikan barang seseorang.

"Tapi kitorang punya aturan memang begitu. Harus ada putusan pengadilan, harus didampingi polisi," papar dia.

Setelah itu, para debt collector memutuskan untuk langsung pulang dan pergi meninggalkan lokasi tersebut.

4 dari 4 Halaman

Penulis: Billy Adytya

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR