HOME » BERITA » DEMI KLAIM ASURANSI, PEMILIK MOBIL MEWAH RUSAK KENDARAAN SENDIRI

Demi Klaim Asuransi, Pemilik Mobil Mewah Rusak Kendaraan Sendiri

Para pemilik mobil mewah merusak kendaraannya sendiri untuk mendapatkan klaim asuransi.

Selasa, 22 Oktober 2019 16:45 Editor : Cornelius Candra
Demi Klaim Asuransi, Pemilik Mobil Mewah Rusak Kendaraan Sendiri
Perusakan mobil mewah (corriere.it)

OTOSIA.COM - Belakangan beredar kabar bahwa para pemiliki mobil mewah merusak kendaraannya sendiri. Tujutannya ialah untuk mendapatkan hak atas klaim asuransi. Namun, yang dilaporkan ialah terlibat kecelakaan.

Dijelaskan Communication & Event Manager PT Asuransi Astra Buana, kejadian penipuan ini memang belum pernah terjadi di Garda Oto. Namun, jika kasus pertambahan klaim yang tidak sesuai memang kerap terjadi.

"Biasanya itu kerjasama oknum surveyor dan bengkel. Jika itu terjadi, akan kena semua sesuai dengan polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia (PSAKBI)," jelas Iwan saat dihubungi Liputan6.com.

Namun, jika kasus perusakan mobil oleh si pemilik, itu terdengar aneh karena mobil sebelumnya sudah dalam keadaan benar. Bahkan, klaim asuransinya belum tentu diterima, jika dalam proses survei ditemukan kejanggalan karena di Garda Oto sendiri, survei dilakukan oleh pihak internal dengan sangat detail.

1 dari 1 Halaman

Pengumpulan Klaim

Demi Klaim Asuransi, Pemilik Mobil Mewah Rusak Kendaraan SendiriPengumpulan Klaim

"Kalau pemeriksaannya detail, ya harus detail. Karena kan berhubungan dengan bisa diklaim atau tidak. Biasanya, jika dari kasus yang sering terjadi, itu oknum bengkel, karena ketidaktahuan konsumen. Mungkin si bengkel ingin menjual head lamp misalkan, jadi yang diklaim goresan bodi, tapi ditambah kerusakan lampu, kan konsumen tahunya mobilnya beres," tegasnya.

Sementara itu, kasus penipuan ini sejatinya sangat kecil terjadi di Garda Oto. Pasalnya, perusahaan asuransi milik Astra Group ini, memiliki sistem learning, yang bisa membaca pola kejadian yang janggal, dan juga proses klaim dan survei dilakukan dengan ketat.

"Makanya, yang survei orang kita sendiri, foto juga ditandain. Tapi, yang cukup umum juga pengumpulan klaim, dari beberapa kejadian kerusakan seperti kecelakaan. Tapi kan sesuai survei lagi, dan kita pilah-pilah, pengajuan ini bisa mendapatkan berapa klaim," pungkasnya.

BERI KOMENTAR