HOME » BERITA » DEMI MODIFIKASI SEPEDA MOTOR, REMAJA DI BALI NEKAT CURI ARCA DI PURA

Demi Modifikasi Sepeda Motor, Remaja di Bali Nekat Curi Arca di Pura

Remaja berusia 17 tahun melakukan pencurian arca di sejumlah Pura, di Badung, Bali. Diketahui, hasil pencurian itu dipakai untuk membeli peralatan modifikasi sepeda motor.

Rabu, 09 Juni 2021 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Demi Modifikasi Sepeda Motor, Remaja di Bali Nekat Curi Arca di Pura
Barang bukti pencurian di Badung (merdeka.com)

OTOSIA.COM - Pelaku pencurian pratima atau arca di sejumlah Pura di wilayah Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, diringkus polisi, Rabu (9/6/2021). Pelaku diketahui berinisial PKBS (17).

Kapolsek Abiansemal Kompol Ruli Agus Susanto menyebutkan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari warga terkait pencurian pratima di Pura Dalem Mayun, Banjar Sigaran, Desa Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, tanggal 9 Desember 2020.

"Pencuri bawa kabur pratima wayang dengan pelinggih berbentuk lembu hitam, sekar (bunga), pis bolong (uang kepeng) asli, daun gender gangsa satu bidang beserta tempatnya," kata Kompol Ruli Susanto, Rabu (9/6/2021).

1 dari 2 Halaman

"Setelah melakukan penyelidikan, dicurigai pelakunya adalah PKBS. Setelah mengantongi alat bukti yang cukup, kami menangkap pelaku di rumahnya," imbuhnya.

Pelaku PKBS kini mendekam di tahanan Polsek Abiansemal. Saat diperiksa, pelaku nekat melakukan perbuatan melanggar hukum itu, untuk membeli peralatan modifikasi sepeda motor dan biaya hidup sehari-hari.

Selain itu, pelaku mengakui melakukan pencurian kotak pratime di Pura Dalem Mayun, Banjar Sigaran, Desa Mekar Bhuwana, Abiansemal.

"Pelaku juga mengaku mencuri satu set gender wayang dengan jumlah 10 bilah daun, dan satu buah gong kantil dengan jumlah 10 bilah daun. Dia juga mengambil satu unit televisi LED 21 inci di pura tersebut," jelasnya.

2 dari 2 Halaman

Pelaku melakukan aksinya seorang diri. Dia juga mengakui pernah melakukan pencurian kotak pratime di merajan selatan rumahnya, dan juga mencuri kotak pratima di Merajan Gede dan Pura Pemaksan, Badung.

Di Pura Pemaksan, pelaku mendapat kotak pratima berisi gelang slaka atau perak dan uang keping asli Bali. Dia juga pernah mencuri kalung emas milik orang tuanya dan cincin emas bermata tiga di rumah neneknya.

Sementara, cincin emas bermata tiga milik neneknya, sekar jepun emas, sekar cempaka emas, kalung emas dijual secara online dan COD di Lumintang, Denpasar, Bali, senilai Rp 1,8 juta.

"Kata pelaku, pratime berbentuk lembu hitam, kayu, kain, uang kepeng dibakar di belakang kandang babi miliknya. Sedangkan gender, gelang perak dibungkus plastik lalu dibuang di aliran sungai, jembatan Sibang, Abiansemal," ujar Ruli.

Reporter: Moh. Kadafi

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR