HOME » BERITA » DENDA MEROKOK SAAT BERKENDARA JUGA BERLAKU DI LUAR NEGERI, BERIKUT DAFTARNYA

Denda Merokok Saat Berkendara Juga Berlaku di Luar Negeri, Berikut Daftarnya

Denda merokok saat berkendara yang belakangan menjadi topik hangat di Indonesia, juga berlaku di beberapa negara lain. Bahkan, nilai denda merokok saat berkendara di negara lain jauh lebih mahal ketimbang di Indonesia.

Jum'at, 05 April 2019 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi merokok sambil berkendara (Liputan6.com/Triyasni)

OTOSIA.COM - Larangan merokok sambil berkendara menjadi topik hangat saat ini. Meski sebenarnya telah diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengendara yang menyetir sambil merokok masih kerap dijumpai.

Kementerian Perhubungan RI, baru saja menerbitkan Peraturan Menteri(PM) Nomor 12 Tahun 2019. Tercantum dalam Pasal 6 hurf c, disebutkan bahwa Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktifitas lainyang mengganggu konsentrasiketika sedang mengendarai sepeda motor.

Jika melanggar, sesuai Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009, sanksinya adalahi denda sebesar Rp 750 ribu atau kurungan penjara paling lama tiga bulan. Soal sanksi ini, sebenarnya tak hanya berlaku di Indonesia.

Menurut pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranoto, Djoko Setijowarno, dalam keterangan tertulisnya, denda serupa juga diterapkan di negara lain. Seperti Inggris, Skotlandia, Australia, Amerika Serikat, Perancis, dan Afrika Selatan.

Denda di Inggris misalnya, pelanggar harus membayar 50 pundsterling atau Rp 1,1 juta. "Di Skotlandia dua kali lipatnya, 100 poundsterling atau Rp 2,2 juta," ujar Djoko, seperi dikutip dari Dream.co.id.

Sementara di Malaysia, denda merokok di tempat umum seperti restoran, kantor pemerintah, bioskop, taman, dan rumah sakit diterapkan mulai 1 Januari 2019. Pelanggar bisa didenda sebesar 10 ribu ringgit atau Rp 34,87 juta, atau penjara dua tahun. Pemerintah Malaysia juga berencana akan memperluas aturan ini untuk pengendara kendaraan bermotor.

Jika dibandingkan dengan negara-negara yang lebih dulu menerapkan denda tersebut, nilai denda di Indonesia bisa dibilang relatif kecil. Bagaimana menurutmu Otolovers?

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR