HOME » BERITA » DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI JABAR DIHAPUS, CATAT SYARATNYA

Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dihapus, Catat Syaratnya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan program pembebeasan denda pajak kendaraan bermotor pada 10 November hingga 10 Desember 2019.

Rabu, 06 November 2019 17:45 Editor : Dini Arining Tyas
Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dihapus, Catat Syaratnya
Ilustrasi pembayaran pajak kendaraan (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Para pemilik kendaraan di Jawa Barat akan mendapatkan keringangan denda pajak kendaraan bermotor. Berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 973/443-Bapenda/2019, denda pajak kendaraan akan dihapuskan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa penghapusan denda pajak kendaraan itu berlaku pada tanggal 10 November 2019 hingga 10 Desember 2019.

Hanya saja, yang harus diketahui masyarakat adalah syarat penghapusan denda pajak tersebut. Menurut Truno, pembebsan ini berlaku jika pengendara tidak membayar denda pajak selama lima tahun.

"Iya benar, itu untuk kendaraan yang denda pajaknya lima tahun lebih," terang Truno, disitat dari laman NTMC Polri.

1 dari 5 Halaman

Bukan di Bawah 5 Tahun

Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dihapus, Catat SyaratnyaBukan di Bawah 5 Tahun

Dengan begitu, pemilik kendaraan hanya membayar denda pajak tiga tahun ditambah satu tahun pajak yang berjalan. Sementara denda pajaknya nol atau bebas denda.

"Apabila pajak mati lima tahn atau lebih, hanya membayar tiga tahun pajak dan satu tahun berjalan. Denda pajak nihil. Bukan utnuk yang mati di bawah lima tahun," tandasnya.

2 dari 5 Halaman

Langkah Bayar Pajak Online

Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dihapus, Catat SyaratnyaLangkah Bayar Pajak Online

Membayar pajak kendaraan kini tak harus mendatangi kantor Samsat. Wajib pajak kendaraan bermotor bisa membayarnya di mana saja, bermodalkan aplikasi pada handphone.

Layanan bernama Samsat Online Nasional itu sudah dirilis oleh Korlantas Polri. Masing-masing wajib pajak kendaraan hanya perlu menginstall aplikasi Samsat Online Nasional. Hanya saja, hingga saat ini, aplikasi tersebut baru tersedia untuk smartphone berbasis Android.

Agar lebih mudah membayar melalui aplikasi layanan Samsat Online Nasional, berikut langkah-langkah mudah dari NTMC Polri:

Install Aplikasi

Pemilik alias wajib pajak kendaraan bisa mengunduh aplikasi Samsat Online Nasional melalui Google Play, kemudian menginstalnya di handphone.

3 dari 5 Halaman

Registrasi

Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dihapus, Catat SyaratnyaRegistrasi

Jika sudah menginstal, wajib pajak kendaraan bisa melakukan registrasi melalui menu pendaftaran. Pada tahap ini, pemilik kendaraan perlu mengisi data Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB), Nomor KTP, lima angka terakhir nomor rangka kendaraan, nomor handphone aktif, dan alamat e-mail aktif.

Jika sudah terisi dengan baik dan benar, pilih tombol lanjutkan. Pemilik akan mendapatkan pemberitahuan jika tidak ditemukan data regident kendaraan bermotor. Tapi jika data yang benar sudah ditemukan, maka akan tampil info data kendaraan, biaya pembayaran, dan kode billing.

4 dari 5 Halaman

Pembayaran

Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dihapus, Catat SyaratnyaPembayaran

Setelah tahu besaran pajak dan kode billing, pemilik bisa melakukan pembayaran. Kepala Badan pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta, Faisal Samsudin mengatakan, setiap proses pendaftaran yang telah selesai akan mendapatkan kode bayar yang dipakai untuk pembayaran melalui layanan E-Channel Perbankan (e-banking atau ATM).

"Pembayaran pajak kendaraan via aplikasi online, bisa lewat ATM atau mobile banking," katanya.

Adapaun perbankan yang telah bekerja sama dalam pelayanan Samsat Online Nasional yakni Bank Pembangunan Daerah masing-masing provinsi, BNI, BRI, Mandiri, BTN, BCA, Permata, dan CIMB Niaga.

5 dari 5 Halaman

Pengiriman Tanda Bukti

Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jabar Dihapus, Catat SyaratnyaPengiriman Tanda Bukti

Setelah membayar, wajib pajak kendaraan akan mendapatkan tanda bukti pembayaran dan E-TBPKP yang dikirim ke e-mail wajib pajak. Dokumen tersebut berlaku maksimal 30 hari sejak pembayaran.

Sementara, Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban pembayaran (TBPKP) atau Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) akan dikirimkan ke alamat yang tertera pada STNK. Kemudian stiket pengesahan STNK juga akan dikirim ke alamat wajib pajak yang tertera pada STNK.

[pos_1]
BERI KOMENTAR