HOME » BERITA » DETEKSI KONDISI RANTAI MOTOR LEWAT SUARA, BEGINI CARANYA

Deteksi Kondisi Rantai Motor Lewat Suara, Begini Caranya

Mengganti rantai dan gir harus bersamaan demi performa yang maksimal. Waktu yang tepat untuk mengganti komponen ini biasanya setiap 25.000 kilometer.

Rabu, 31 Juli 2019 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Deteksi Kondisi Rantai Motor Lewat Suara, Begini Caranya
Waktu yang tepat mengganti rantai dan gir (Revzilla)

OTOSIA.COM - Gir dan rantai punya peran cukup vital untuk motor manual. Sepasang komponen ini bertugas menyalurkan tenaga dari mesin ke roda.

Seiring dengan pemakaian dan usianya, performanya pun bisa menurun. Para pemilik motor manual ini harusnya sudah paham kapan waktu mengganti sepasang gir dan rantai, agar motor terus bisa dipakai.

Sebenarnya, kondisi rantai yang harus diganti bisa dideteksi dari suaranya. Sebab, rantai yang sudah tak bagus biasanya akan menimbulkan suara berisik.

Melansir Suzuki Indonesia, untuk menghilangkan suara kasar atau berisik itu, pemilik bisa melumasi rantai atau mengatur kerenggangannya. Jika suara hilang, artinya rantai dan gir masiih tidak masalah dipakai.

Suara tersebut muncul akibat adanya keausan. Tapi kalau ban bagian belakang sudah ditarik sampai maksimal, dan rantai masih saja terlalu rengang, itu pertanda rantai sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru.

1 dari 1 Halaman

Mengganti Gir

Deteksi Kondisi Rantai Motor Lewat Suara, Begini CaranyaMengganti Gir

Selain rantai, pemilik motor manual juga harus memperhatikan girnya. Untuk mengetahui apakah harus diganti atau tidak, pemilik perlu melihat kondisi mata gir.

Jika mata gir sudah meruncing, itu artinya gir sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru. Penggantian gir dan rantai biasanya akan dilakukan setiap 25.000 kilometer. Mengganti rantai dan gir juga disarankan di waktu bersamaan.

 

BERI KOMENTAR