HOME » BERITA » DFSK GLORY 580 DISEBUT LOYO DI TANJAKAN, 7 PEMILIK MINTA GANTI RUGI MILIARAN RUPIAH

DFSK Glory 580 Disebut Loyo di Tanjakan, 7 Pemilik Minta Ganti Rugi Miliaran Rupiah

Setidaknya 7 pemilik DFSK Glory 580 menuntut DFSK Indonesia memberi ganti rugi lantaran mobil mereka tidak kuat melibas tanjakan.

Jum'at, 04 Desember 2020 12:00 Editor : Cornelius Candra
DFSK Glory 580 Disebut Loyo di Tanjakan, 7 Pemilik Minta Ganti Rugi Miliaran Rupiah
DFSK Glory 580 (DFSK)

OTOSIA.COM - PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia) tampaknya tengah diterpa badai. Pasalnya, mereka saat ini harus menghadapi gugatan dari 7 pemilik mobil SUV DFSK Glory 580 keluaran 2018.

David Tobing, kuasa hukum 7 konsumen tersebut lewat keterangan resminya menjelaskan bahwa ada kendala ketika DFSK Glory 580 harus melibas tanhakan dan atau berada di kemacetan dengan posisi menanjak, serta lokasi parkir mall.

1 dari 3 Halaman

Ia pun menyebut bahwa ketujuh kliennya sudah melaporkan dan melakukan perbaikan di bengkel resmi DFSK. Hanya saja, masalah ini masih terus terasa, bahkan membuat pemilik DFSK Glory 580 untuk bepergian atau berhadapan dengan tanjakan.

"Klien kami membeli mobil DFSK Glory 580 Turbo CVT karena tertarik pada spesifikasi serta fasilitas yang ditawarkan, apalagi mobil ini memiliki turbo yang seharusnya memiliki tenaga yang lebih baik dibanding mobil sekelasnya yang tidak memiliki turbo, tetapi klien kami mengalami gagal tanjak rata-rata lebih dari 2 kali," ungkap David.

2 dari 3 Halaman

Pengacara ini bahkan menyebut bahwa DFSK Glory 580 mengandung cacat tersebut. Hal itu jelas sangat berbahaya bagi konsumen karena berpotensi menimbulkan kecelakaan dan bisa merugikan pengguna jalan lainnya.

"DFSK telah melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perhubunggan Republik Indonesia Nomor PM 33 Tahun 2018, Tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Pasal 18 point b dan c mengenai uji untuk kerja mesin serta uji kemampuan jalan, dimana DFSK dilarang memperdagangkan barang yang mengandung cacat tersembunyi dan wajib bertanggung jawab atas kerugian para konsumen," tegas David.

3 dari 3 Halaman

Lewat tuntutan tersebut, para konsumen meminta Majelis Hakim menjatuhkan sanksi sebagai bentuk tanggung jawab. Pabrikan asal China itu diminta membayar ganti rugi sebesar Rp1,959 miliar sebagai ganti pembelian kendaraan, serta masing-masing orang berhak menerima uang sebesar Rp1 miliar yang menjadi wujud ganti rugi immaterial.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DFSK Indonesia masih belum memberikan tanggapan mengenai tuntutan tersebut. Mereka kini tengah melakukan koordinasi bersama pihak terkait.

BERI KOMENTAR