HOME » BERITA » DI PHK AKIBAT COVID-19, FAJRI JADI MALING SPESIALIS SPEEDOMETER DAN SPEAKER MOBIL

Di PHK Akibat COVID-19, Fajri Jadi Maling Spesialis Speedometer dan Speaker Mobil

Polisi terpaksa melepaskan timah panas karena pelaku pencurian speedometer dan speaker mobil berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Rabu, 04 November 2020 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Di PHK Akibat COVID-19, Fajri Jadi Maling Spesialis Speedometer dan Speaker Mobil
Police line (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Efek pandemi COVID-19 tak hanya pada sektor kesehatan, tapi hampir semua terimbas. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemi.

Termasuk Fajri (44) yang akhirnya banting setir menjadi pencuri spesialis speedometer dan speaker mobil di Palembang. Dia beberapa kali melakukan kejahatan serupa di sejumlah lokasi.

Dilansir dari Merdeka.com, terakhir dia mencuri barang-barang itu di mobil L300 nomor polisi BG 9491 JA milik Eka Fikriadi (40) saat terparkir di depan rumahnya di Jalan Porka, Kelurahan Ogan Baru, Kertapati, Palembang, Kamis (29/10/2020) pagi.

1 dari 2 Halaman

Ternyata aksi pelaku terekam CCTV dan polisi langsung menyelidiki kasus ini setelah dilaporkan korban. Pelaku berusaha kabur dan melawan petugas saat ditangkap sehingga kakinya ditembak.

Tersangka Fajri mengaku terpaksa mencuri karena menjadi korban pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19. Dua barang itu dipilih karena mudah dicopot dan telah beberapa kali melakukan hal yang sama.

"Saya dan keluarga butuh makan, saya tidak lagi kerja sejak ada Corona. Terpaksa saya mencuri," ungkap tersangka Fajri di Mapolrestabes Palembang, Selasa (3/11/2020).

 

2 dari 2 Halaman

Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang AKP Robert Sihombing mengatakan, penyidik masih mengumpulkan laporan yang sebelumnya masuk untuk mencocokkan keterlibatan tersangka. Sebab, dia merupakan spesialis pencuri spidometer dan audio speaker mobil yang meresahkan warga Palembang terutama di kawasan Kertapati.

"Tersangka ini spesialis, bersaksi sendirian, kami dalami di mana saja TKP kejahatannya," kata Robert.

Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang diancam empat tahun penjara. Barang bukti diamankan satu unit spidometer dan satu unit speaker mobil milik korban yang belum sempat dijualnya berikut rekaman CCTV.

Penulis: Irwanto

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR