HOME » BERITA » DI YOGYAKARTA, DENDA PKB DAN BBN-KB DIHAPUS HINGGA JULI 2020

Di Yogyakarta, Denda PKB dan BBN-KB Dihapus Hingga Juli 2020

Khusus untuk warga Yogyakarta, kini dimudahkan dengan peraturan baru tentang pembebasan denda pajak kendaraan bermotor. Cek selengkapnya.

Minggu, 19 April 2020 20:00 Editor : Nurrohman Sidiq
Di Yogyakarta, Denda PKB dan BBN-KB Dihapus Hingga Juli 2020
Ilustrasi Pengisian Form Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (Liputan6/Angga Yuniar)

OTOSIA.COM - Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat masyarakat Indonesia harus lebih banyak berdiam diri di rumah. Akibatnya, banyak yang bingung dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor, termasuk yang sudah mendekati jatuh tempo dan terancam denda.

Khusus untuk Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini bisa menikmati kebijakan baru tentang pembebasan denda pajak kendaraan bermotor. Hal itu ertuang dalam Peraturan Gubernur No 26/2020 tentang penghapusan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Kebijakan tersebut, berlaku mulai 1 April 2020.

1 dari 2 Halaman

Lebih lanjut, dikutip dari laman Liputan6.com penghapusan pajak ini diberikan bagi pemilik kendaraan yang melakukan pendaftaran pada 1 April 2020 sampai 30 Juli 2020, dan pembayarannya dilakukan 1 April 2020 sampai 31 Agustus 2020.

Sementara itu, penghapusan yang dimaksud, adalah kenaikan 25 persen dan bunga 2 persen dari pokok PKB dan BBNKB per bulan. Selanjutnya yang dihapus adalah sanksi denda bunga pokok pajak satu bulan untuk pendaftaran kendaraan baru yang tidak melampirkan kuitansi pembelian bermaterai.

 

2 dari 2 Halaman

Meringkankan Beban

Dijelaskan Kepala Bidang Hubungan masyarakat (Humas) Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, wajib pajak yang tidak kena denda yang dimaskud, misalkan pada tanggal 5 April jatuh tempo, dan jika dibayar pada 10 April, seharusnya kenda denda. Namun, dengan adanya peraturan tersebut, wajib pajak tidak dikenai denda.

"Tentu, ini sangat membantu masyarakat dalam kondisi sulit seperti saat ini, jelas Yulianto, seperti dilansir dalam laman resmi Korlantas Polri, ditulis Sabtu (18/4/2020).

BERI KOMENTAR