HOME » BERITA » DIAM-DIAM, MEKANIK BALAP HONDA INDONESIA MULAI WAJIB HELM

Diam-Diam, Mekanik Balap Honda Indonesia Mulai Wajib Helm

Senin, 15 Oktober 2018 08:45 Editor : Ahmad Muzaki
Helm KYT (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Ada pemandangan menarik pada balapan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 yang pada putaran kelima ini berlangsung di Sentul, Indonesia (13-14/10), sebelum akhirnya nanti masuk tahap final di Sirkuit Buriram, Thailand.

Di sirkuit yang terletak tidak jauh dari Kota Bogor tersebut, para kru Astra Honda Team Racing (AHRT) terlihat tampil beda dengan mengenakan helm. Penampilan para kru ini mencuri perhatian sebab anggota kru dari tim lain tidak ada yang memakai helm.

Ditanya mengenai hal ini, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengatakan bahwa para anggota kru pit tersebut memakai helm KYT yang memang menjadi sponsor. Namun, aturan mekanik juga memakai helm ini menurutnya bersifat internasional.

"KYT memang menjadi salah satu sponsor kami kan. Baik rider, paddock, pit, semua memang memakai helm kan. (Baru AHRT?) itu memang regulasi. Jadi kalau internasional, mekanik di pit lane harus pakai helm. Kalau di Suzuka malah mekanik harus pakai suit kayak pemadam kebakaran anti api," kata dia.

Penerapan helm tersebut, menurut Thomas, tidak terlepas dari pengalaman mereka saat terjun di balapan mancanegara, sekalipun ajang ARRC belum menerapkan regulasi semacam itu.

Kru Astra Honda Team Racing (AHRT) (Otosia.com/Nazarudin Ray)

"Ya kita mau dengan pengalaman balap di Asia, Eropa, manajemen balap dunia balap di Indonesia bisa naik kelas juga. Ya ini lebih faktor safety. Di ARRC ini sebenarnya tidak diwajibkan. Tapi kami melihat bahwa di kejuaraan lain pakai helm kan," kata dia.

Penerapan helm untuk mekanik pun punya dasar alasan lain. Salah satunya mengenai bagaimana desain area sirkuit khususnya pit in dan pit lane. Makanya, mereka seakan menerapkan kewajiban bahkan disertai teguran.

"Kebetulan ini kan antara pit in dan pit lane dekat ya. Ya kami lebih mengutamakan safety mekanik dan tim kita. Misalnya ada kru pit yang lupa pakai helm. Ya kami remind lah. Yang pasti jangan sampai ditegur. Ya ini kerja sama tim, saling mengingatkan," ujarnya.

Thomas menambahkan bahwa terlepas dari tidak atau belum diterapkannya aturan pemakaian helm di luar rider tersebut, pihaknya cenderung ingin memberikan contoh, dalam hal ini, tim Honda menerapkan faktor keselamatan yang lebih maksimal.

"Di balapan lokal belum berlaku (kru pit pakai helm). Kalau ini menjadi yang positif, safety buat semua pihak, ya kami mendukung." kata dia seraya menyebut kecepatan motor para pembalap yang melewati depan paddock bisa mencapai kecepatan 60 km per jam.

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR