HOME » BERITA » DIBANDING NEGARA DI EROPA, TARIF PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK DI INDONESIA LEBIH MURAH

Dibanding Negara di Eropa, Tarif Pengisian Baterai Mobil Listrik di Indonesia Lebih Murah

Tarif per KWh yang ditetapkan di Indonesia tergolong lebih murah dibanding negara-negara di Eropa

Kamis, 14 Oktober 2021 14:15 Editor : Ahmad Muzaki
Dibanding Negara di Eropa, Tarif Pengisian Baterai Mobil Listrik di Indonesia Lebih Murah
SPKLU. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

OTOSIA.COM - Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia per September sudah mencapai 187 unit. Sejumlah SPKLU ini tersebar di 155 titik lokasi.

Menariknya tarif Rp2.466,78 per KWh yang ditetapkan di Indonesia tergolong lebih murah dibanding negara-negara di Eropa. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana.

1 dari 3 Halaman

Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan negara di Eropa seperti Norwegia, Belanda, Denmark, Prancis, Swedia, Inggris, hingga Jerman, tarif yang ditetapkan tersebut masih tergolong lebih murah. Perlu diketahui, perbandingan ini dilakukan setelah pengkonversian nilai tarif dengan kurs Rp14.850 per USD.

"Dibandingkan dengan semua ini, kita di bawah, mobil yang sama di Norway, (membutuhkan biaya Rp7.871 per KWh) biaya charge-nya," katanya, Rabu (13/10).

Artinya, dengan penggunaan mobil yang sama di negara tersebut, biaya isi ulang daya di Indonesia cukup dengan Rp2.466,78 per KWh.

2 dari 3 Halaman

Saat ini, ada 13 negara termasuk Indonesia yang jadi perbandingan tarif yang ditampilkan Rida. Rinciannya, di Norwegia tarif fast charging kendaraan listrik tercatat Rp7.871, kemudian Belanda berkisar antara Rp7.128 ? Rp10.692.

Lalu Denmark dengan Rp7.277, dan disusul Prancis yang berkisar antara Rp4.307 ? Rp7.574 per KWh. Kemudian Swedia dengan tarif Rp5.792 dan Inggris berkisar Rp3.119 ? Rp7.277.

3 dari 3 Halaman

Selanjutnya Jerman dengan kisaran Rp8.316 ? Rp13.662 per KWh, lalu Swiss dan Estonia kisaran Rp2.970 ? Rp7.722.

Diikuti Austria dengan kisaran cukup tinggi sekitar Rp5.792 ? Rp13.365, lalu China dengan kisaran Rp1.485 ? Rp5.643, kemudian Kanada dengan kisaran Rp3.119 ? Rp4.158, dan Amerika Serikat yang mematok tarif Rp4.010 ? Rp10.247.

"Kalau kita lihat memang angka Rp2.466,78 ini sangat relatif ya," katanya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com, Merdeka.com

BERI KOMENTAR