HOME » BERITA » DIDUGA SENGGOL PEJALAN KAKI SAAT KEMUDIKAN MOBIL, ANGGOTA TNI DIANIAYA

Diduga Senggol Pejalan Kaki saat Kemudikan Mobil, Anggota TNI Dianiaya

Seorang anggota TNI AD menjadi korban penganiaayan. Insiden itu berawal dari kesalahpahaman antar pengendara di jalan raya.

Selasa, 10 November 2020 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Diduga Senggol Pejalan Kaki saat Kemudikan Mobil, Anggota TNI Dianiaya
Polisi tetapkan 4 tersangka penganiayaan TNI di Sumedang (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Kasus penganiayaan yang melibatkan TNI AD kembali terjadi. Kali ini, bermula dari kasus salah paham antara pengendara di jalan.

Dilansir dari Merdeka.com, kasus ini bermula saat korban bernama Pratu Muhammad Ashrul mengendarai mobilnya menuju Sumedang dari Kota Bandung. Lalu, mobilnya menyenggol seorang warga yang sedang berjalan kaki di pinggir jalan.

Tak lama kemudian, ia dikejar oleh beberapa orang menggunakan tiga unit motor. Mereka meminta korban berhenti dan turun dari mobil. Setelah itu, korban diduga langsung mendapatkan pukulan. Peristiwa ini pun beredar di media sosial.Polisiyang mendapat laporan kemudian mengejar orang-orang yang diduga terlibat dalam pemukulan. Akhirnya, empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial NM (40) dan ES (62), IR (41) dan SA (40).

1 dari 1 Halaman

Terancam 7 Tahun Penjara

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, tersangka melakukan pemukulan dengan tangan kosong hingga menyebabkan lebam di bagian wajah korban.

"Korban mengalami luka memar di bagian wajah sebelah kanan, dan hidung mengeluarkan darah," kata dia saat gelar perkara di Mapolres Sumedang, Senin (9/10).

Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (1) KUH Pidana dan atau Pasal 351 ayat (1) KUH Pidana jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Hasil keterangan dari tersangka, mereka tidak mengetahui korban merupakan anggota TNI karena kondisi di lokasi sudah gelap. "Mereka melakukan (dugaan penganiayaan) secara spontan saja," tutupnya.

Penulis: Aksara Bebey

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR