HOME » BERITA » DIISUKAN PAKAI BAN VULKANISIR TERKAIT INSIDEN KERUSAKAN DI HARMONI, INI TANGGAPAN TRANSJAKARTA

Diisukan Pakai Ban Vulkanisir Terkait Insiden Kerusakan di Harmoni, Ini Tanggapan Transjakarta

Transjakarta bantah bus armadanya memakai ban vulkanisir

Jum'at, 04 Juni 2021 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Diisukan Pakai Ban Vulkanisir Terkait Insiden Kerusakan di Harmoni, Ini Tanggapan Transjakarta
Bus Transjakarta antre saat melintasi Shelter Harmoni, Jakarta (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

OTOSIA.COM - Bus TransJakarta mengalamai kerusakan ban di Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat pada Kamis (3/6/2021). Atas insiden ini, diisukan bahwa ban yang dipakai adalah ban bekas yang dilapisi ulang atau vulkanisir. Namun pihak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membantah isu tersebut.

"Transjakarta tidak pernah menggunakan ban vulkanisir pada semua armada, baik swakelola maupun milik operator," kata Direktur Utama Transjakarta, Sardjono Jhony dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).

1 dari 3 Halaman

Sardjono membenarkan bahwa telah terjadi kerusakan pada bus swakelola Transjakarta dengan nomor body TJ217 rute PGC-Harmoni, Kamis pukul 07.30 WIB. Roda depan bagian kanan bus pecah ketika melintas di lampu merah Harmoni.

Menurut dia, insiden tersebut terjadi murni karena pecah ban. Ban pada armada bus tersebut merupakan produksi pada 2016.

"Sehingga saat pecah terlihat seperti vulkanisir lepas. Harus dipahami, jika ban mengalami pecah, bukan berarti vulkanisir sebab pada ban original pun bisa terjadi," ucapnya.

2 dari 3 Halaman

Transjakarta Masih Investigasi

Lanjut Sardjono, saat persitiwa terjadi kondisi ban masih dalam kelas bagus. Sedangkan untuk uji KIR terakhir dilakukan pada 9 Februari 2021.

"Adapun saat ban pecah, pihak kepolisian mengarahkan armada untuk tetap melaju hingga halte Harmoni sehingga kondisi ban mengalami sobek di sekelilingnya," ujar dia.

3 dari 3 Halaman

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kini pihaknya masih terus melakukan investigasi terkait insiden tersebut.

"Transjakarta masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti," jelas dia.

Penulis: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR