HOME » BERITA » DIJUAL RP 110 JUTA, BEGINI TAMPANG JIP OFFROAD BUATAN CIMAHI

Dijual Rp 110 Juta, Begini Tampang Jip Offroad Buatan Cimahi

PT Fin Komodo Teknologi menciptkakan jip offroad Fin Komodo KD 250 X karya desain pemenang IGDS 2020. Mobil ini dijual Rp 110 juta.

Kamis, 21 Januari 2021 18:15 Editor : Nazarudin Ray
Dijual Rp 110 Juta, Begini Tampang Jip Offroad Buatan Cimahi
Jip Fin Komodo KD 250 X (Istimewa)

OTOSIA.COM - PT Fin Komodo Teknologi menciptkakan jip offroad Fin Komodo KD 250 X. Mobil offroad ini merupakan desain dari Ibnu Susilo, pemenang Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020 kategori Design Product yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian.

Ajang iini bertujuan untuk menjaring para desainer lokal agar menciptakan desain produk industri yang inovatif, berkualitas dan berkarakter Indonesia.

Mobil tersebut diciptakan dengan menggabungkan teknologi pesawat terbang dan kendaraan darat sehingga suspensinya terasa lentur, ringan, dan lincah. Bobot mobil yang sekilas mirip Jip terbuka ini hanya 420 kilogram. Penggunaannya pun cukup mudah, begitu pula perawatannya.

1 dari 2 Halaman

Fin Komodo ditawarkan dengan harga Rp110 juta dan diharapkan bisa digunakan sebagai kendaraan penghubung wilayah pedesaan atau di daerah terpencil.

Fin Komodo KD 250 X bisa jadi kendaraan TNI (Istimewa)

"Dengan demikian, percepatan pemerataan ekonomi di perdesaan bisa tercapat dengan mobilisasi yang ditunjang oleh kendaraan multi fungsi seperti Fin Komodo," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, kemarin (20/1).

 

 

2 dari 2 Halaman

Selain untuk mobilitas masyarakat, Fin Komodo dinilai dapat digunakan untuk kendaraan TNI dalam upaya menjaga wilayah perbatasan. Para penjaga hutan pun dapat memanfaatkan mobil ini untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan lantaran karena Fin Komodo mampu menjelajah kubangan dan tanah terjal dengan performa yang baik.

"Mobil ini juga bisa dipakai untuk evakuasi, penunjang kegiatan pertanian, pertambangan, perkebunan, dan kegiatan lain yang tidak dapat dijangkau kendaraan konvensional," ungkap Rudi Budiman, peengamat desain otomotif sekaligus Juri IGDS 2020.

 
BERI KOMENTAR