HOME » BERITA » DIPANGGIL POLDA METRO JAYA USAI TEROBOS RING 1, JUBIR ROMBONGAN MOTOR: SAYA MINTA MAAF

Dipanggil Polda Metro Jaya Usai Terobos Ring 1, Jubir Rombongan Motor: Saya Minta Maaf

Polisi berhasil mengidentifikasi para pemotor yang menerobos Ring 1 di jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021) lalu. Juru bicara rombongan motor tersebut kemudian meminta maaf kepada Paspampres, komunitas motor, dan masyarakat.

Selasa, 02 Maret 2021 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Dipanggil Polda Metro Jaya Usai Terobos Ring 1, Jubir Rombongan Motor: Saya Minta Maaf
Pemotor terobos Ring I Jalan Veteran III Jakpus (ist)

OTOSIA.COM - Sejumlah pengendara motor sport yang sedang melakukan Sunday Morning Ride atau sunmori terlibat masalah dengan Paspampres. Para pemotor menerobos Ring 1 di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021) lalu.

Akibatnya, Paspampres melakukan tindakan tegas dengan menendang pemotor. Insiden itu pun terekam kamera dan beredar di media sosial hingga menjadi viral.

Terkait insiden tersebut, polisi menindaklanjuti dengan melakukan identifikasi terhadap para pengendara motor. Polisi lantas melayangkan surat panggilan sebagai saksi kepada para pemotor.

"Mereka menyanggupi hadir di kantor SubditGakkum hari Senin," ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangannya, Minggu (28/2/2021).

1 dari 3 Halaman

Berjanji Tak Mengulangi Lagi

Terkait hal itu, juru bicara pengendara motor yang menerobos jalan Veteran III dan ditendang anggota Paspampres meminta maaf kepada Paspampres. Dia juga mengatakan bahwa mereka tak berniat merusak citra Paspampres di mata publik.

"Saya intinya memohon maaf sebesar-besarnya kepada satuan Paspampres dan jajaran anggota yang sedang bertugas pada saat kejadian berlangsung, tidak ada sedikit pun niatan kami untuk merusak citra baik Paspampres di mata publik dan juga tidak ada niatan kami untuk mengancam VVIP di ring 1," kata Halid Darmawan, Senin (1/3/2021).

Selain kepada Paspampres, Halid juga menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh komunitas motor dan rakyat Indonesia. Permintaan maaf itu disampaikan lantaran sudah mencoreng nama baik pengguna motor dan membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

"Rekan-rekan bikers saya mohon maaf karena sudah mencoreng nama baik permotoran di Indonesia, semoga dunia motor Indonesia lekas membaik. Saya tidak lupa meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena sudah membuat kegaduhan dengan adanya video viral tersebut. Saya dan rekan-rekan tidak akan kembali mengulangi tindakan tersebut dan akan berusaha lebih baik ke depannya," tutup Halid.

2 dari 3 Halaman

Peringatan Paspampres

(c) Liputan6.com

Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Letkol Inf Wisnu Herlambang mengingatkan agar para pengendara sepeda motor taat akan aturan. Dia pun memastikan bahwa kejadian tersebut sudah selesai secara baik-baik.

"Agar momentum kejadian ini ambil hikmahnya, ambil pembelajarannya, bahwa setiap pengendara motor harus menaati aturan lalu lintas. Harus senantiasa mementingkan kepentingan orang lain sesama pengguna jalan, berkendara tertib, tidak ada membahayakan keselamatan, kenyamanan pengguna jalan lain. Saya rasa berlaku di seluruh jalan umum, terlebih jalan areal ring 1," kata Wisnu.

Dia menuturkan, kejadian menendang sejumlah pengendara moge sudah sesuai PP No 59 Tahun 2013 tentang pengamanan Presiden, Wapres, keluarganya dan tamu negara.

"Dalam PP ini disebutkan panglima TNI memiliki kewenangan menentukan kebijakan secara teknis, melalui keputusan No 1337 Tahun 2018," kata Wisnu.

 

3 dari 3 Halaman

 

Menurut dia, apa yang dilakukan Paspampres sebagai respons bahwa pengendara moge telah menerobos istalasi VVIP merupkan anacaman dan harus dilumpuhkan.

"Sehingga diambil tindakan yang diizinkan dalam peraturan, yaitu melumpuhkan dengan tangan kosong, apabila membahayakan petugas, Paspampres yang sedang dinas ini bisa mengeluarkan tembakan peringatan mengunakan amunisi karet atau hampa. Selain itu, bisa diambil tindakan mengunakan amunisi tajam," terang dia.

Menurut Wisnu, apa yang dilakukan pengendara motor tersebut sudah dalam kategori bahaya.

"Tindakan pengendara motor tersbeut sudah masuk klasifikasi jenis bahaya, bahaya langsung maupun tidak langsung. Penerobosan pelanggaran merupakan pelanggaran batas ring 1, yaitu bahaya tidak langsung, sehingga harus segera dilumpuhkan. Setelah itu baru kita laksanakan pemeriksaan oleh anggota pengamanan di sana," tegas Wisnu.

Penulis: Devira Prastiwi

Sumber: Liputan6.com

 

BERI KOMENTAR