HOME » BERITA » DIPASANG DI 205 TITIK, KETAHUI JENIS PELANGGARAN LALU LINTAS YANG TERDETEKSI KAMERA ETLE

Dipasang di 205 Titik, Ketahui Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Terdeteksi Kamera ETLE

Program ETLE secara nasional dilakukan secara bertahap. Mulai 17 Maret 2021, polri akan mulai menerapkan sistem tilang elektronik di 10 Polda.

Kamis, 18 Februari 2021 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Dipasang di 205 Titik, Ketahui Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Terdeteksi Kamera ETLE
Kamera ETLE (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Tilang elektronik atau ETLE diterapkan di 10 Polda mulai 17 Maret 2021 mendtanga. Kamera ETLE itu akan terpasang di 205 titik. Polri juga memasang beberapa jenis kamera pendukung di sejumlah Polda.

"Standar alat pendukung antara lain kamera face recognation yang berfungsi untuk mendeteksi seseorang dari wajahnya. Kamera cek point yang berfungsi mendeteksi pelanggaran lalin seperti safety belt dan menggunakan BP, kamera mpr untuk mendeteksi ranmor dan traffic law management untuk mendeteksi kemacetan," kata Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono dalam Rapim Polri 2021, Rabu (17/2/2021).

"Ini lah kamera-kamera yang tergelar di pertigaan perempatan kita," tambahnya.

1 dari 2 Halaman

Jenderal bintang dua ini juga menyebut, sejumlah jenis pelanggaran yang dapat terdeteksi oleh kamera tersebut seperti pelanggaran menerobos lampu merah, pelanggaran marka jalan dan pelanggaran ganjil-genap.

"Tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, pelanggaran batas kecepatan, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm," sebutnya.

"Pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu pada kawasan atau jalur tertentu (bus way/fly over) serta entang keabsahan STNK yang belum melakukan perpanjangan. Itu terdeteksi semuanya," sambungnya.

2 dari 2 Halaman

Mekanisme ETLE

Untuk mekanisme tilang elektonik, lanjut Istiono, setelah pelanggar terekam kamera, petugas langsung melakukan verifikasi dan kemudian membuat surat konfirmasi yang diberikan kepada pelanggarnya.

"Kemudian kalau seandainya koordinasi selesai, kalau tidak mengakui kita blokir semuanya. Kemudian bila iya, dia membayar denda dan selesai dengan denda tertinggi," jelasnya.

Ia mengungkapkan, alasan ETLE atau tilang elektronik ini menjadi skala nasional. Karena hal ini merupakan program prioritas Kapolri dalam program 100 hari kerjanya.

"Mengapa ETLE Nasional, karena ini merupakan program prioritas Presisi Bapak Kapolri. Kemudian penindakan yang efektif dilakukan pada masa pandemi new normal ini. Ada keseragaman standar seluruh jajaran, mekanisme ETLE secara nasional. Adanya persamaan persepsi, adanya dukungan, merelaksasi penindakan pelanggaran yang melanggar di luar registrasi. Kemudian ada dukungan dari stakeholder pusat dan daerah, karena itu big data kita sudah punya semuanya," pungkasnya.

Penulis: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

 

BERI KOMENTAR