HOME » BERITA » DIPRODUKSI DI INDONESIA, HARGA SUZUKI JIMNY BISA LEBIH MURAH?

Diproduksi di Indonesia, Harga Suzuki Jimny Bisa Lebih Murah?

Setahun setelah dipamerkan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya membuka pesanan untuk Suzuki Jimny saat IIMS 2019. Mobil ikonik itu seperti ditunggu-tunggu kehadirannya.

Kamis, 30 Mei 2019 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Diproduksi di Indonesia, Harga Suzuki Jimny Bisa Lebih Murah?
Suzuki Jimny (Suzuki Global)

OTOSIA.COM - Setahun setelah dipamerkan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya membuka pesanan untuk Suzuki Jimny saat IIMS 2019. Mobil ikonik itu seperti ditunggu-tunggu kehadirannya.

Melihat besarnya animo masyarakat pada mobil disegmen SUV ini, Suzuki Indonesia mengaku memiliki keinginan besar untuk melakukan perakitan Jimny secara lokal.

"Memang kami ingin melokalisasi Jimny dan saat ini kami sedang berusaha ke arah sana. Momen salah satunya untuk meyakinkan prinsipal kami. Salah satunya pameran otomotif ini untuk menyakinkan prinsipal kalau market Jimny di Indonesia cukup banyak," kata Direktur Pemasaran 4W PT SIS, Donny Saputra, seperti dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 1 Halaman

Tambah Fitur

Diproduksi di Indonesia, Harga Suzuki Jimny Bisa Lebih Murah?Tambah Fitur

Saat disinggung kemungkinan harga akan lebih terjangkau apabila Suzuki Jimny dirakit secara lokal, Dony mengaku faktor penentuan harga sebuah kendaraan bukan hanya terkait biaya produksi.

"Untuk harga itu banyak variabelnya. Sebentar lagi ada rencana untuk merevisi PP Nomor 41 masalah pajak PPnBM yang bentuknya berubah dari kubikasi kendaraan menjadi emisi karbon dan sebagainya. Kalau itu terjadi efeknya banyak, jika sebelumnya mobil 4x4 terkena pajak 30 persen, kalau base on emisi bisa lebih murah," ujarnya.

Apabila memang ada perubahan dari sisi pajak dan produksi Jimny benar dilakukan di Indonesia, Dony mengatakan kemungkinan bukan hanya dari penurunan harga yang ditawarkan tapi lebih kepada fitur-fitur unggulan yang disematkan akan lebih berlimpah.

"Harapan kami nanti mungkin banyak pilihannya bisa lari ke harga atau penambahan fitur dan lain sebagainya, nanti tergantung respon pasar," tutur Dony.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR