HOME » BERITA » DISHUB DKI JAKARTA BELUM BERLAKUKAN GANJIL GENAP PADA 15 JUNI 2020

Dishub DKI Jakarta Belum Berlakukan Ganjil Genap Pada 15 Juni 2020

Hasil evaluasi satu minggu penerapan PSBB transisi di Jakarta, lalu lintas Ibu Kota masih kondusif. Oleh karena itu penerapan ganjil-genap belum perlu diterapkan.

Senin, 15 Juni 2020 09:15 Editor : Ahmad Muzaki
Dishub DKI Jakarta Belum Berlakukan Ganjil Genap Pada 15 Juni 2020
Kendaraan melintas di kawasan Gajah Mada, Jakarta, Jumat, (7/2/2020). Parkir motor dan mobil di Kawasan Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk merupakan kawasan ganjil-genap sehingga penerapan sistem ini berjalan pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB

OTOSIA.COM - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya belum berlakukan aturan ganjil-genap di wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Senin 15 Juni 2020.

"Belum berlaku," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2020) yang dikutip dari Antara.

Polda Metro Jaya juga telah menyampaikan bahwa pemberlakuan aturan ganjil-genap adalah wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Kadishub DKI Syafrin Liputo menjelaskan, hasil evaluasi satu minggu penerapan PSBB transisi di Jakarta, lalu lintas Ibu Kota masih kondusif. Oleh karena itu penerapan ganjil-genap belum perlu diterapkan.

"Artinya, dengan kondisi ini untuk pelaksanaan ganjil-genap belum dilaksanakan," kata Syafrin di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Lebih lanjut, aturan ganjil genap benar-benar diterapkan jika ditemukan lalu lintas jalanan Jakarta cukup padat saat evaluasi PSBB Transisi.

"Prinsip untuk penerapan ganjil-genap tetap base on evaluasi, hasil evaluasi dari kondisi lalu lintas. Artinya, jika kondisinya sudah sangat padat, di sisi lain angkutan umumnya masih memadai, itu masih bisa diterapkan," ujarnya.

1 dari 1 Halaman

Masih Kondusif

Syafrin menjelaskan, kebijakan ganjil-genap sama seperti kebijakan rem mendadak. Kebijakan rem itu disebut akan dilaksanakan apabila temuan positif corona selama masa transisi justru meningkat.

"Instrumen ganjil-genap sama halnya dengan instrumen emergency break. Jadi di dalam Pergub 51 ada pengaturan rem darurat, artinya jika masyarakat ternyata tetap melakukan perjalanan yang tidak penting, kemudian kami melihat perlu dilakukan ganjil-genap, (untuk) mengingatkan warga bahwa sekarang masih dalam PSBB walau transisi," jelasnya.

Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa perbandingan volume kendaraan saat PSBB transisi dan sebelum penerapan PSBB masih di bawah 17 persen dari kondisi normal.

"Dibandingkan dengan masa normal untuk kondisi lalu lintas masih di bawah rata-rata, kondisinya sekitar 17 persen berada di bawah dari kondisi normal," ucapnya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR