HOME » BERITA » DISHUB JAKARTA TIMUR PAKAI MOBIL DINAS UNTUK BAWA PASIEN HINGGA JENAZAH COVID-19

Dishub Jakarta Timur Pakai Mobil Dinas untuk Bawa Pasien hingga Jenazah COVID-19

Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur memakai kendaraan dinas operasional (KDO) untuk antar jenazah Covid-19

Rabu, 30 Juni 2021 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Dishub Jakarta Timur Pakai Mobil Dinas untuk Bawa Pasien hingga Jenazah COVID-19
Petugas Sudinhub Jaktim menjemput pasien Covid dengan kendaraan operasional. ©2021 Merdeka.com/Antara

OTOSIA.COM - Kasus COVID-19 di Jakarta terus meningkat. Karena itulah, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan personel lintas dinas untuk penanganannya.

Bahkan tak tanggung-tanggung, Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur memakai kendaraan dinas operasional (KDO) untuk antar jenazah Covid-19 ke tempat pemakaman umum (TPU).

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Bernhard Hutajulu, mengatakan pihaknya telah melakukan pengantaran jenazah pasien COVID-19 ke TPU Bambu Apus.

"Jadi, kami punya KDO di setiap kecamatan. Kita modifikasi supaya bisa mengangkut pasien. Ada juga jenazah, sudah kita angkut," kata Bernhard Hutajulu saat dikonfirmasi di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (30/6).

1 dari 3 Halaman

Bernhard menambahkan, pihaknya telah menyiagakan kendaraan dinas di setiap kecamatan untuk membantu penanganan COVID-19 di Jakarta yang kasusnya tengah meningkat belakangan ini.

"Semua kecamatan kita minta karena ini 'urgent' (mendesak). Jadi, kita prioritas bantu COVID-19 dulu baru kegiatan yang lain," ujar dia.

2 dari 3 Halaman

Bernhard mengatakan pihaknya juga membantu masyarakat yang terkena dampak akibat kasus positif COVID-19 yang meningkat.

"Kasihan mereka karena ambulans terbatas juga, kebutuhan lagi banyak. Jadi, kita coba partisipasi membantu," tutur Bernhard.

3 dari 3 Halaman

Bernhard pun menegaskan bahwa rentan waktu pengerahan kendaraan ini untuk penanganan COVID-19 belum ditentukan.

"Ya mudah-mudahan kita doa, virus ini cepat landai, cepat berakhir. Kita kembali normal. Sepanjang dibutuhkan, kalau sudah tidak dibutuhkan, ya Alhamdulillah," ujar Bernhard.

Penulis: Lia Harahap

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR