HOME » BERITA » DISKON PPNBM 100% RESMI DIPERPANJANG HINGGA DESEMBER 2021

Diskon PPnBM 100% Resmi Diperpanjang hingga Desember 2021

Industri yang turut terkatrol antara lain industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keungan.

Jum'at, 17 September 2021 14:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Diskon PPnBM 100% Resmi Diperpanjang hingga Desember 2021
Mobil di kawasan Marunda (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

OTOSIA.COM - Insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100% akhirnya resmi diperpanjang oleh pemerintah hingga Desember 2021. Kebijakan ini diterapkan setelah pemerintah melihat dampak positif yang ditimbulkan terhadap pemulihan ekonomi.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, penjualan mobil sejak Januari-Juli 2021 terus tumbuh menjadi 38,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal itu rupanya merupakan dampak dari relaksasi PPnBM tersebut.

"Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan," kata Febrio di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

1 dari 4 Halaman

Efek pengganda

Persyaratan relaksasi yang mewajibkan kendaraan bermotor harus memiliki tingkat kandungan lokal tinggi juga berdampak besar seperti efek pengganda (multiplier effect) kepada sektor pendukungnya.

Industri yang turut terkatrol antara lain industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keungan.

Meski demikian, tingkat produksi Q2 tahun 2021 tergolong belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi.

 

2 dari 4 Halaman

Makanya, insentif pajak tersebut kembali diperpanjang. Momenetum pemulihan ekonomi disebut terus berlanjut siring dengan tingkat mobilitas msyarakat yang meningkat, dan PPKM yang dilonggarkan dengan penerapan dan pengawasan ketat.

Selain itu, vaksinasi masyarakat juga belum putus. Diharapkan masyarakat bisa segera menjalankan aktivitas sosail ekonomi seperti sedia kala.

 

3 dari 4 Halaman

"Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut seiring dengan kondisi pandemi yang lebih terkendali dan penguatan ekonomi global yang mendorong permintaan ekspor produk otomotif nasional," tutup Febrio.

4 dari 4 Halaman

BERI KOMENTAR