HOME » BERITA » BUAT OTOLOVERS YANG MUSLIM, INI DOA BUKA PUASA RAMADAN BESERTA ARTINYA

Buat Otolovers yang Muslim, Ini Doa Buka Puasa Ramadan Beserta Artinya

Meskipun nantinya Otolovers berbuka puasa di luar rumah atau saat dalam perjalanan, yuk hafalkan dan praktekkan doa buka puasa Ramadan berikut ini

Jum'at, 24 April 2020 12:00 Editor : Ahmad Muzaki
Buat Otolovers yang Muslim, Ini Doa Buka Puasa Ramadan Beserta Artinya
Kata kata bulan ramadhan. ©2020 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Kini sudah memasuki bulan Ramadan 2020. Sebagai muslim yang baik, tentunya Otolovers juga harus menjalankan kewajiban puasa. Hemm, udah ingat belum doa buka puasa yang harus diucapkan?

Meskipun nantinya Otolovers buka puasa di luar rumah atau saat dalam perjalanan, yuk hafalkan dan praktikkan doa buka puasa Ramadan berikut ini.

1 dari 6 Halaman

Doa Buka Puasa Ramadan Pertama

Terdapat beberapa doa buka puasa yang bisa digunakan Otolovers yang beragama muslim. Doa ini dibaca sebelum membatalkan puasa Ramadan.

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Doa berbuka puasa yang bersumber dari riwayat HR Bukhari & Muslim 2018 Merdeka.com

Artinya:

"Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

2 dari 6 Halaman

Doa Buka Puasa Ramadan Kedua

Selain itu, ada juga kok doa buka puasa Ramadhan yang bisa Otolovers pilih. Seperti yang sebelumnya, doa ini diucapkan sebelum membatalkan puasa.

Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Doa berbuka puasa dari riwayat HR Abu Dawud 2018 Merdeka.com

Artinya:

"Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."

3 dari 6 Halaman

Kajian Doa Buka Puasa yang Shahih

Tentu Otolovers yang beragama islam bertanya-tanya kan? Dari kedua doa buka puasa Ramadhan tadi, mana yang lebih shahih. Namun perlu diingat juga ya Otolovers, perbedaan seperti ini tak perlu dijadikan perdebatan yang berkepanjangan.

Dikatakan oleh Ustadz Ahmad Sarwat, yang paling penting pada akhirnya yaitu ibadah puasa itu sendiri. Untuk melihat keshahihan doa buka puasa, berikut kajian yang dilansir dari NU Online.

Hadits lengkap riwayat Abu Dawud mengenai doa berbuka puasa yang belakangan disebut lebih shahih berbunyi sebagai berikut.

Artinya:

"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa', ia berkata bahwa, 'Aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, 'Dzahabaz zhama'u wabtallatil urqu wa tsabatal ajru, insya Allah," (HR Abu Dawud)

4 dari 6 Halaman

Kajian Doa Buka Puasa yang Umum Digunakan

Perlu diketahui juga Otolovers, masyarakat Indonesia biasanya menggunakan doa buka puasa yang bersumber dari riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Keterangan Syekh M. Khatib As-Syarbini yang berbunyi sebagai berikut.

islam.nu.or.id

Silakan baca riwayat selengkapnya di Syekh M Khatib As-Syarbini, Al-Iqna pada Hamisy Bujairimi alal Khatib, [Beirut, Darul Fikr: 2006 M/1426-1427 H], juz II, halaman 385).

5 dari 6 Halaman

Doa Buka Puasa Warga Indonesia Didukung oleh Hadits

Melihat dari dua rujukan tersebut, bisa dikatakan doa dari riwayat Bukhari dan Muslim mampu dipandang lebih shahih. Hal ini lantaran, doa buka puasa dari riwayat Abu Dawud didasari oleh kesepakatan para ulama ahli hadits. Adapun doa buka puasa yang kerap digunakan oleh warga Indonesia didukung oleh hadits bukan dhaif.

Mengenai doa berbuka puasa riwayat Abu Dawud, ulama dari Madzhab Syafi'i menggabungkan doa riwayat Imam Bukhari dan Muslim dengan doa riwayat Abu Dawud.

Seperti disebutkan Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyatul Bujairimi, berikut bacaan doanya.

islam.nu.or.id

Artinya:

"Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap.

Wahai Zat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya."

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, [Beirut, Darul Fikr: 2006 M/1426-1427 H], juz II, halaman 385).

6 dari 6 Halaman

Meneladani Kebijakan Para Ulama

Gabungan dua riwayat kemudian diperkenalkan masyarakat dan diamalkan secara turun temurun hingga kini. Supaya perdebatan tidak kian meruncing, sebaiknya Otolovers tetap meneladani kebijakan para ulama terdahulu dengan menggabungkan dua riwayat.

Untuk itu, Otolovers tak perlu menyalahkan riwayat satu dengan lainnya. Yuk mari kita saling mengingatkan, perbedaan yang ada untuk dijembatani bukan untuk dibuat heboh.

Source: Merdeka.com

BERI KOMENTAR