HOME » BERITA » DOLAR NAIK, HONDA MOTOR BERTAHAN DENGAN HARGA LAMA?

Dolar Naik, Honda Motor Bertahan dengan Harga Lama?

Kamis, 13 September 2018 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Foto by Nazarudin Ray

OTOSIA.COM - Nilai tukar rupiah yang jeblok terhadap dolar AS berdampak terhadap sektor industri, termasuk otomotif. Meningkatnya nilai mata uang AS ini tentu diprediksi akan mempengaruhi harga-harga, termasuk harga kendaraan bermotor.

PT Astra Honda Motor (AHM) mengakui kenaikan dolar terhadap rupiah sedikit banyak memberikan pukulan terhadap industri roda dua di Tanah Air, terutama yang berasal dari komponen-komponen impor. Namun Honda belum memutuskan untuk kembali mengkoreksi harga jual di pasaran setelah pada Juli lalu menaikkan harga.

“Depresiasi nilai rupiah ini tentu berdampak pada banyak sektor industri termasuk industri bisnis sepeda motor. Koreksi harga sudah kami lakukan per Juli kemarin,” kata Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin.

Menurut dia, yang menjadi perhatiannya saat ini adalah menjaga pasar agar tidak turun kendati kondisi dolar terhadap rupiah tidak berubah.

“Sejauh ini belum ada rencana koreksi (harga) lagi karena kami berusaha menjaga affordability konsumen, sehingga demand market tidak turun sambil memperhatikan tren USD,” jelasnya.

Honda berharap situasi perekonomian kembali membaik dengan stabilnya nilai rupiah terhadap dolar, sehingga pasar otomotif terutama sepeda motor kembali bergairah dan naik dari pencapaian semester pertama 2018.

“Kami berharap ada stabilitas nilai tukar dan tidak fluktuatif, karena ini kami perlukan untuk menjaga affordability konsumen,” tutup Muhibbuddin.

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR