HOME » BERITA » DP 0 PERSEN DISEBUT MALAH BISA BIKIN HARGA MOBIL BEKAS NAIK

DP 0 Persen Disebut Malah Bisa Bikin Harga Mobil Bekas Naik

Imbas aturan uang muka 0 persen dikhawatirkan akan menaikkan harga mobil bekas. Hal itu lantaran diprediksi adanya stok yang tak seimbang dengan perminataan.

Sabtu, 20 Februari 2021 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
DP 0 Persen Disebut Malah Bisa Bikin Harga Mobil Bekas Naik
IIMS 2019 (Dok. Otosia.com)

OTOSIA.COM - Upaya untuk kembali menggerakkan ekonomi nasional terus dilakukan. Tak berhenti pada relaksasi PPnBM atau pajak 0 persen mobil baru, tapi juga pemberlakuan uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk kredit, termasuk kredit mobil dan motor baru mulai Maret 2021.

Kebijakan itu disebut akan memberikan imbas pada penjualan mobil bekas. Salah satunya, harga mobil bekas yang dikhawatirkan akan naik di pasaran.

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer Lumbantoruan mengatakan, penjualan mobil bekas akan meraup pasar yang lebih besar jika perusahaan pembiayaan (leasing) mau mengikutinya.

Dia lantas mencontohkan segmen pembeli yang kerap tak cukup uang untuk bayar DP 25 persen pada suatu mobil bekas seharga Rp 100 juta. Hal itu lantas menghambat angka penjualan mobil bekas, terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Kalau DP 0 persen atau rendah sekali ya jelas segmen yang seperti itu akan beli mobil semua. Itu akan mendongkrak volume (penjualan)," kata Halomoan kepada Liputan6.com, Jumat (19/2/2021).

1 dari 3 Halaman

 Terlebih, Halomoan menyampaikan, DP 0 persen secara langsung tidak akan mempengaruhi harga jual mobil bekas. Namun harganya otomatis akan terpengaruh ketika volume penjualan naik, sementara stok barang habis atau tidak mencukupi.

"Begitu pembelinya meningkat stoknya kan habis ya. Hukum ekonomi dasar kan kalau demand lebih tinggi dari suplai harga akan naik. Otomatis harga akan naik, terutama untuk level mobil yang memang akan ketarik banyak volume-nya dengan DP 0 persen ini," terangnya.

Menurut dia, kasus ini potensi terjadi utamanya untuk penjualan mobil bekas berharga murah (low price). Harga mobil bekas secara tak langsung akan melambung ketika ketersediaannya menipis.

"Nanti mereka semua pada beli mobil ya stok mobilnya habis. Begitu stok mobil habis ya pedagang pasti akan naikin harga," ujar Halomoan.

2 dari 3 Halaman

DP 0 Persen Kredit Mobil dan Motor Berlaku 1 Maret 2021

Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM mulai diterapkan pada Maret 2021. Secara bertahap, relaksasi PPnBM itu akan diberikan sebanyak 100 persen sehingga pajak mobil baru menjadi 0 persen pada tahap pertama, yakni Maret-Mei 2021.

Rupanya, relaksasi PPnBM bukanlah satu-satunya kabar segar bagi masyarakat yang hendak membeli kendaraan bermotor. Mulai 1 Maret 2021, Bank Indonesia (BI) menurunkan batas uang muka atau down payment (DP) kredit kendaraan bermotor menjadi 0 persen.

Dilansir dari Liputan6.com, DP kredit 0 persen itu berlaku untuk mobil dan sepeda motor. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan tersebut merupakan komitmen dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk meningkatkan sektor pembiayaan dunia usaha.

 

3 dari 3 Halaman

Berlaku Hingga Akhir 2021

Menurutnya, pemerintah perlu mendorong permintaan kredit pada dunia usaha yang lesu akibat pandemi COVID-19. Demikian juga untuk penawaran kredit dari perbankan yang harus didorong.

"Dari pemerintah, Menteri Keuangan (Sri Mulyani) tentu saja diberi insentif perpajakan, jaminan, dan juga insentif suku bunga kredit yang juga sudah diumumkan," kata Perry dalam sesi teleconference, Kamis (18/2/2021).

"Melonggarkan uang muka kredit kendaraan bermotor 0 persen untuk semua jenis kendaraan untuk dorong pertumbuhan kredit subsektor otomotif. Berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai 31 Desember 2021," sambungnya.

Pelonggaran lain yang dilakukan yakni terhadap loan to value kredit dan pembiayaan properti 100 persen. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenis properti seperti rumah tapak, rumah susun, hingga rumah toko (ruko) yang memenuhi kriteria non-performing loan (NPL) tertentu.

"Kemudian melonggarkan ketentuan loan to value ratio untuk kredit properti, dan juga transparansi mengenai suku bunga kredit," ujar Perry.

Penulis: Maulandy Rizki Bayu Kencana 

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR