HOME » BERITA » DUA YOUTUBER DI MEDAN DIRINGKUS USAI UNGGAH VIDEO 'POLISI NUNGGAK PAJAK'

Dua YouTuber di Medan Diringkus Usai Unggah Video 'Polisi Nunggak Pajak'

Dua YouTuber Medan terancam hukuman pidan 6 tahun penjara. Keduanya diduga melanggar UU ITE.

Kamis, 20 Agustus 2020 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Dua YouTuber di Medan Diringkus Usai Unggah Video 'Polisi Nunggak Pajak'
Ilustrasi unggahan di YouTube (AFP)

OTOSIA.COM - Dua orang YouTuber di Medan, Sumatera Utara, harus berurusan dengan kepolisan. Keduanya ditangkap Polrestabes Medan atas dugaan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dilansir dari Liputan6.com, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, 2 YouTuber yang ditangkap tersebut masing-masing bernisial JMN (45) warga Jalan Pelita IV, Gang Serayu, Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan, dan BEH (39) warga Jalan Karya, Gang Cimacan, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.

"Iya, benar, ada dua orang YouTuber yang diamankan," kata Martuasah, Rabu (19/8/2020).

1 dari 2 Halaman

Informasi diperolehLiputan6.com, 2YouTubertersebut ditangkap polisi setelah memposting video seorang personel kepolisian menunggak pajak kendaraan di akun YouTube Joniar News Pekan. Video tersebut direkam keduanya di seputaran Samsat Polda Sumut, Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, sekitar awal Agustus 2020 lalu.

Korban atas nama Johansen Ginting baru mengetahui kalau video dirinya dituduh menunggak pajak kendaraan beredar di YouTube pada Senin, 11 Agustus 2020. Merasa keberatan, Johansen membuat laporan ke Polrestabes Medan pada Selasa, 12 Agustus 2020.

"KeduaYouTuberitu diamankan dari dua lokasi terpisah di Medan. Keduanya diboyong ke ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan," ucap Martuasah.

2 dari 2 Halaman

Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, 2YouTuberMedan tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran UU ITE. Korban merasa keberatan dengan pernyataan dalam video YouTube yang diunggah keduanya.

Dalam video tersebut mereka mengatakan kendaraan BK 1212 JG menunggak pajak sebesar Rp 3,7 juta. Tidak hanya keberatan dengan pernyataan menunggak pajak kendaraan, korban juga keberatan karena keduanya telah menyebarkan video tanpa meminta izin terlebih dahulu.

"Petugas juga melakukan gelar perkara. Saat ini keduanya ditetapkan tersangka atas pelanggaran menerbitkan video yang korbannya merasa keberatan," sebut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing.

Atas perbuatannya, keduaYouTuberMedan itu diduga melanggar pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 dan atau Pasal 45A ayat (1) tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Subs pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

"Ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara," pungkasnya.

BERI KOMENTAR